Mohon tunggu...
Alif Akhtar Hasan
Alif Akhtar Hasan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Alif Akhtar Hasan-Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalinaga-20107030150
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Alif Akhtar Hasan-Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga-20107030150

Selanjutnya

Tutup

Love

Parenting: Mendidik Anak Bukan Mendadak

8 April 2021   18:03 Diperbarui: 8 April 2021   21:46 879
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Melatih anak untuk belajar tentang ketika sebagai bentuk pengembangan kepribadian. Sikap disiplin akan membentuk pribadi yang taat terhadap norma dan aturan yang berlaku. Misalnya, bangun pagi agar tidak terlambat datang ke sekolah. 

5. Membiasakan anak mengucapkan kata maaf,terimakasih dan tolong

Memberi ajaran kepada anak tentang sopan dan santun. Meminta maaf digunakan ketika anak membuat kesalahan, menggunakan kata tolong jika dalam anak mengalami kesulitan dan terimakasih ketika anak telah mendapatkan pertolongan dari orang lain. Misalnya, anak kesulitan dalam mengerjakan tugas rumahnya, dia berusaha meminta tolong dengan orang tua dan berterimakasih ketika setelah dibantu.

6. Memahami kondisi anak

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda tentunya, mereka memiliki kemampuan dan bakatnya masing-masing jadi orang tua tidak boleh menyamakan rata anak satu dengan yang lain, maka dari itu sebagai orang tua harus bisa memahami karakter anak tersebut dan tidak boleh memaksakan kehendaknya. Misalnya, anak memiliki bakat di bidang seni rupa tetapi orang tua melarang untuk dia berkembang sesuai dengan bakatnya dan memaksa anak untuk mengikuti kegiatan sains di sekolahnya. Anak tersebut dapat tertekan dan tidak menjalani dengan senang hati.

7. Komunikasi yang baik

Membangun komunikasi tidak hanya berbicara saja, tetapi juga mendengarkan. Begitupun hal yang harus terjadi antara orang tua dengan anak. Komunikasi yang baik dapat membangun pribadi anak yang lebih percaya diri, dapat membangun rasa harga diri hingga anak merasa lebih berharga serta membangun konsep positif dalam diri anak hingga kedepannya dia dapat membangun hubungan dengan orang lain.Misalnya, ketika anak mengungkapkan pendapatnya, sebagai orang tua wajib mendengarkan dan memberi masukan atau meluruskan pendapatnya.

8. Belajar sabar 

Sebagai orang tua yang baik harus bisa mengajarkan anaknya dalam hal sabar yaitu suatu sikap menahan emosi maupun keinginan suatu hal. Sabar akan mencerminkan suatu kemampuan mengendalikan diri. Jika sikap sabar diterapkan sejak kecil maka saat dewasa nanti akan terlihat bagaimana anak itu dapat mengendalikan diri sendiri. Misalnya, saat anak mengikuti orang tua saat belanja, anak tersebut ingin sekali membeli mainan tetapi orang tua enggan mengabulkan permintaan seorang anak dan mengalihkan perhatianya dari mainan tersebut ke hal yang lain. Dari hal tersebut berarti orang tua tidak semata-mata keiginan anak dikabulkan semua. 

9. Memberi penjelasan di balik adanya aturan 

Setiap aturan yang dibuat oleh orang tua harus bisa dijelaskan secara logis mengapa aturan tersebut dibuat, agar anak memahami maksud dan tujuan tersebut dan anak dapat mengikuti dengan baik pula. Cara menjelaskan juga harus menyesuaikan usia anak ya parents! Misalnya, anak terlalu sering bermain gadget, orang tua memberi tahu bahwa ada batasan dalam penggunaan karena jika terlalu lama bermain dengan gadget dapat menyebabkan sakit mata dan kecanduan, lalu sebaiknya orang tua memberi batasan atau aturan penggunaan gadget.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun