B. Aliran Mu'tazilah Baghdad
Menurut Ahmad Amin sebagai mana yang ditulis oleh A.Hanafi bahwa pengaruh filsafat Yunani pada aliran Mu'tazilah bahdad lebih nampak karena adanya kegiatan penerjemahan buku-buku filsafat di bahdad, dan juga karena istana kholifah-khalifah abbasiyah di bahdad menjadi tempat pertemuan ulama-ulama islam dengan ahli-ahli pikir golongan lain.
Ada lima prinsip pokok ajaran mu'tazilah yang mengharuskan bagi pemeluk ajaran ini untuk memegangnya, yang dirumuskan oleh Abu buzailah al Allaf:
A. Al tauhid (keesakan allah )
Ini merupakan inti akidah madzab mereka dalam membangun keyakinan tentang mustahilnya melihat allah di akhirat nanti, dan sifat-sifat allah itu adalah subtansi Dzatnya sendiri serta Al-Qur'an adalah makhluk. teologi islam (ilmu kalam) dikutib pandangan al as-Asyari yang menyebutkan bahwa kaum Mu'tazilah menafsirkan tauhid.
B. Al "Adl (keadilan ketuhanan)
Adapun keadilan ialah yang telah di hendaki Mu'tazil adalah bahwa tuhn tidak akan menghendaki keburukan itu dan tidak akan menciptakan perbuatan manusia dan manusia dapat mengerjakan perintah-perintah dan tidak akan meninggalkan larang-larangannya sebagai qudrah (kekuasaan) akan ditetapkan tuhan pada diri manusia.Â
Tuhan akan memerintahkan suatu kecuali menurut apa yang telah dihendakinya maka yang menguasainya kebaikan-kebaikan yang telah diperintahnya dan tidak akan tahu menahu dari keburukan-keburukan yang sudah dilarangnya.Â
Dengan pemahaman itu maka tidaklah adil bagi tuhan seandainya dia menyiksa manusia dikarenakan perbuatannya karena dosa itu melarang dikarenakan diperintah tuhan. Tuhan dikatakan adil jika menghukum orang-orang yang telah berbuat buruk atas keinginannya sendiri.
C. Al Wa'd wa al wa'id (janji dan ancaman)
Mereka wajib bagi allah untuk memenuhi janjinya bagi pelaku kebaikani  agar dimasukkan kedalam surga dan akan melaksanakan ancamannya bagi pelaku dosa besar walaupun mereka dibawah syirik tetapi akan dimasukkan ke dalam neraka kekal abadi di dalamnya dan tidak boleh bagi allah untuk menyelisihnya karena inilah mereka di sebut dengan Wa'didiyyah.