Usaha properti adalah salah satu bisnis dengan peluang cerah untuk mendapat keuntungan yang menjanjikan, bahkan di masa seperti saat ini. Itulah sebabnya, banyak orang berminat untuk memulai peruntungannya dalam usaha properti. tempat tinggal atau hunian. Ada berbagai jenis sektor yang menarik untuk dijadikan lahan bisnis. Bisnis properti adalah cara mengembangkan aset dengan membeli properti, lalu dijual kembali di kemudian hari. Bisnis ini bisa dilakukan secara perorangan atau dengan mengatasnamakan perusahaan. Usaha properti secara perorangan biasanya berupa jasa atau jual beli dalam skala kecil. Hal ini dikarenakan usaha tersebut membutuhkan modal besar. Sedangkan perusahaan properti adalah kelompok usaha yang mengucurkan modal besar untuk terjun dalam dunia ini. Di mana biasanya mereka menggelutiÂ
bidang fungsional lainnya. Perencanaan manajemen ini dibuat dengan mempertimbangkan masukan dari staf hingga karyawan yang ada dilevel yang lebih bawah. Agar semua orang yang ada di perusahaan dapat memberikan kontribusinya untuk perencanaan tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengantisipasi akan adanya masalah yang bisa saja terjadi di perusahaan tersebut baik dalam lingkungan luar maupun lingkungan dalam perusahaan.Â
Dalam perkembangannya, usaha properti saat ini telah berkembang pesat, khususnya di kabupaten Tulungagung yang sampai saat ini sudah banyak ditemukan usaha properti. Dalam pelaksanaan usaha properti tidak jarang juga ditemukan beberapa risiko kegagalan seperti kekosongan pada jangka waktu yang tidak dapat ditentukan yang menyebabkan kerusakan pada properti yang dijadikan bidang usaha, kurang likuidnya apabila dibandingkan dengan instrumen lainnya, adanya debt gearing, dan lain -- lainnya. Sehingga dalam artikel ini, akan membahas tentang manajemen strategi seperti apa yang dijalankan usaha properti dalam pelaksanaan usahanya sehingga memaksimalkan daya beli konsumen khusunya di Kabupaten Tulungagung.
Dalam hasil penelitian adanya penerapan manajemen strategi di perusahaan properti PT. Alfa Muda Properti serta pengaruhnya terhadap daya beli konsumen terutama masyarakat Tulungagung ini, Manajemen yang baik menunjukkan profesionalitas suatu perusahaan sehingga meningkatkan daya beli konsumen terhadap sebuah perusahaan.Â
Manajemen Strategi yang diterapkan Perusahaan PT. Alfa Muda PropertiÂ
Bisnis PropertiÂ
Properti merupakan salah satu istilah yang banyak sekali muncul saat kita sedang membicarakan mengenai rumah ataupun tanah. Tidak jarang pula, perbincangan tersebut berhubungan dengan istilah bisnis properti atau investasi properti. Bisnis property di Indonesia telah berkembang semakin pesat di berbagai kota , seiring dalam pemenuhan kebutuhan pada masyarakat kota besar. Pada masaÂ
pemerintahan presiden soeharto, bisnis property di Indonesia bias dikatakan telah melonjak naik, yang ditandai dengan adanya laju rata-rata pertumbuhan kreditor sector property kurang lebih sebesar 39,3% pertahun, jauh diatas laju rata-rata kredit perbankkan secara nasional yang sebesar 22,6% pertahun. Laju pertumbuhan kredit sector property ini juga diatas laju rata-rata pertumbuhan sector perdagangan dan sector perindustrian. Dari laju dan pangsa kredit tersebut .Properti menjadi salah satu pilihan favorit untuk seseorang yang ingin memulai bisnis dan berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup panjang.Â
Dapat simpulkan bahwa pengertian properti adalah suatu hak, baik itu hak guna, hak milik, atau hak sewa untuk memanfaatkan suatu bangunan dan sebidang tanah serta apapun yang ada di atas lahan tersebut. Properti merupakan hal yang sangat erat hubungannya dengan kepemilikan. Oleh karena itu, akan dihadapkan dengan banyaknya dokumen penting yang harus kita urus. Sebab, properti dengan kepemilikan yang tidak jelas, maka akan rawan mengalami sengketa dan perselisihan. Karena properti merupakan aset yang harganya mahal, jadi harus dipastikan bahwa semuanya legal dan jelas.Â
Produk PropertiÂ
Penggunaan dan pemanfaatan produk properti merupakan hal yang tidak terbatas pada lahan ataupun rumah saja. Jika berdasar pada tujuannya, maka produk properti dikelompokkan menjadi 4 macam, antara lain:Â
1. Bangunan KomersialÂ
Properti berupa bangunan komersial digunakan untuk kebutuhan komersial seperti misalnya perusahaan atau bisnis tertentu. Pemilik properti umumnya akan menyewakan bangunannya sebagai gedung perbelanjaan, perkantoran, rumah toko, pusat pelayanan seperti misalnya hotel, rumah sakit, dan lain sebagainya. Properti semacam itu biasanya berada di tengah kota dengan mobilitas penduduknya yang padat.Â
2. Bangunan ResidentialÂ
Jenis lainnya dari properti yaitu bangunan residential. Residential ini diartikan sebagai bangunan yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal ataupun hunian. Dimana biasanya yang termasuk ke dalam bangunan residential antara lain yaitu rumah tinggal, perumahan, villa, rumah kost, asrama, dan juga apartemen.Â
Di Indonesia sendiri, kita masih sering menjumpai seseorang yang mempunyai properti rumah lebih dari satu di berbagaiÂ
wilayah. Tidak hanya untuk ditinggali, tapi juga sebagian besar digunakan untuk dijadikan investasi. Mengingat lahan yang semakin sempit dan juga berpotensi meningkatkan harga properti dari tahun ke tahun.Â
3. Bangunan Industri dan Pengembangan Bangunan industri dan juga pengembangan adalah properti yang digunakan dalam proses industri seperti halnya pabrik, pergudangan, dan juga laboratorium pengembangan. Properti jenis ini umumnya berada di lahan yang luas dan jauh dari pemukiman warga.Â
4. Bangunan dengan Tujuan Khusus Bangunan dengan tujuan khusus merupakan sebuah gedung yang digunakan untuk fasilitas umum seperti terminal, sekolah, bandara, tempat ibadah, tempat hiburan, dan lain sebagainya.Â
Keadaan LingkunganÂ
Perumahan yang diberi nama Graha Rayya Gardenia ini terletak di desa Sobontoro kecamatan Boyolangu, mengingat wilayahÂ
Tulungagaung tidak terlalu luas ada banyak persaingan yang dihadapi. Persaingan tersebut bisa dalam berbagai aspek, mulai dari harga yang ditawarkan lebih murah desain bangunan yang modern serta senioritas antar pengusaha.Â
Graha Rayya Gardenia menonjolkan desain meizanin atau yang biasa kita kenal dengan bangunan 1 lantai, rumah 2 lantai yang minimalis menjadi sesuatu yang ditonjolkan dalam pemasarannya. Harga yang ditawarkan juga cukup murah, untuk harga standart dijual dengan 360jt saja, tidak termasuk tambahan bangunan dan pajak pembelian, meski PT. Alfa Muda Properti termasuk baru dibidangnya, antusias masyarakat Tulungagung sangat luar biasa, terbukti penjulannya laku keras dengan hanya menyisakan 2 unit saja dalam waktu kurang dari satu tahun.Â
Lokasi yang tidak jauh dari pusat kota menjadi pertimbangan yang menarik perhatian pembeli, ditambah akses transportasi umum mudah ditemukan. Seperti jarak menuju terminal yang bisa ditempuh kurang dari 10 menit menggunakan sepeda motor, selain itu kawasan sekitar perumahan masih dikelilingi sawah yang lapang sehingga tidak akan terganggu suara bising kendaraan meski tempatnya berada dekat jalan utama.Â
Status dan Legalitas PerusahaanÂ
PT Alfa Muda Properti merupakan perusahaan real estate dengan kantor pusat di Jl. Hos Cokro Aminoto dsn Prayan Ds.Â
Sobontoro kec. Boyolangu kab. Tulungagung. PT Alfa Muda Properti berdasarkan kegiatannya diklasifikasikan kedalam real estate bidang pengembangan (developer).Â
Beberapa persyaratan administrasi yang dimiliki PT. Alfa Muda Properti yaitu :Â
* Akte PendirianÂ
* Nomor Ijin Berusaha (NIB)Â
* NPWPÂ
* Peil BanjirÂ
* Pertek (Perijinan Teknik)Â
* Kemenkumham (Kementrian Hukum dan HAM)Â
Maksud dan tujuanÂ
Maksud dan tujuan Persroan terbatas ini adalah :Â
a. Menjalankan,Â
Melakasanakan/merencanakan pemborongan bangunan-bangunan gedung/perumahan/real estate.b. Melakukan usaha pengulaan barang-barang bahan bangunan c. Berdagang dalam arti kata penjualan properti d. Mendirikan dan menjalankan perusahaan di bidang propertiÂ
Struktur OrganisasiÂ
Tugas dan wewenang tertinggi dipegang oleh seorang direktur yang membawahi seorang manager dalam struktur organisasi ini, dimana setiap bagian telah ditentukan devisi apa saja yang bertugas dan berweang untuk menjalankan pekerjaa di tiap-tiap bidang tersebut.Â
Pembagian pekerjaan, tugas dan wewenang di dalam PT. Alfa Muda Properti adalah sebagai berikut.Â
a. DirekturÂ
Tugas dan wewenangnya :Â
* Mengawasi jalannya operasional perushaan dari awal sampai akhirÂ
* Mengarahkan manajer untuk melakukan optimalisasi setiap divisi dibawahnyaÂ
* Mengeluarkan kebijakan perusahaanÂ
* Mengantisipasi tentang maju mundurnya perusahaanÂ
* Merupakan pertimbangan tertinggi dalam setiap pegambilan keputusan b. ManajerÂ
Tugas dan wewenangnya :Â
* Memanajemen setiap tugas divisiÂ
* Mengontrol kinerja divisi dibawahnya secara keseluruhanÂ
* Memastikan keefektifitasan kinerja per divisiÂ
c. Divisi ProyekÂ
Tugas dan wewenangnya :Â
* Mengatur dan mengontrol pembelian bahan bangunanÂ
* Implementasi design dan rencana pembangunanÂ
* Memantau keuangan proyek agar keuangan tetap terjaga dan tidak timbul kerugianÂ
* Memastikan standart bangunan sesuai dengan SOP perusahaanÂ
* Mengawasi kinerja lapanganÂ
d. Divisi AdministrasiÂ
Tugas dan wewenangnya :Â
* Mengurus legalitas perusahaanÂ
langsung, dalam hal ini staff proyek hanya menerima instruksi dari divisi proyek untuk melakukan manajemen keuangan lapangan dan menyiapkan laporan keuangan secara time series setiap bulan.Â
Untuk kemudian laporan tersbut diserahkan kepada manajer melalui divisi proyek untuk dievaluasi lebih lanjut. Staff proyek tidak memiliki wewenang apapun dalam pengambilan keputusan, hanya saja dalam kegiatan manajemen lapangan staff proyek sangat diperlukan untuk menjaga agar tetap terorganisir dengan baik.Â
Manfaat Usaha PropertiÂ
Bisnis properti merupakan sebuah kegiatan bisnis yang bergerak di bidang kepemilikan properti dan dilakukan oleh perorangan atau perusahaan. Dimana properti tersebut dapat berupa sepetak tanah, bangunan, rumah, dan juga semua sarana prasarana yang termasuk di dalamnya. Aktivitas di dalam bisnis properti diantaranya yaitu sewa-menyewa sampai jual-beli produk properti. Setiap bisnis tentu ditujukan untuk memperoleh keuntungan, tidak terkecuali dengan bisnis properti. Beberapa keuntungan bisnis properti yang bisa diperoleh diantaranya:Â
1. Kebal Terhadap InflasiÂ
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa properti adalah salah satu aset yang kebal akan inflasi. Adanya inflasi tidak akan bisa mempengaruhi nilai dari suatu properti. Pastinya, hal tersebut akan sangat menguntungkan untuk bisnis. Besar kemungkinan bahwa bisnis properti yang dijalankan tidak akan terganggu dengan inflasi.Â
2. Harganya Akan Terus Naik Per TahunnyaÂ
Di Indonesia sendiri, harga jual properti akan selalu meningkat setiap tahunnya. Maka tak heran bila aset jenis ini membuat para pemilik bisnis tertarik untuk mencobanya.Â
3. Nilai Jual yang Tinggi di Tempat StrategisÂ
Sudah bukan rahasia lagi bahwa semakin strategis lokasi sebuah properti, maka harganya juga akan semakin melangit. Walaupun dijual dengan harga yang tinggi, kebutuhan akan tanah dan juga bangunan yang strategis akan terus ada dan bahkan selalu meningkat.Â
Selain dari manfaat dari usaha properti yang telah dipaparkan diatas, beberapa keuntungan yang akan didapatkan dari investasi properti antara lain :Â
1. Nilai Properti StabilÂ
Nilai jual properti akan cenderung stabil bahkan akan lebih sering naik. Dengan demikian, kemungkinan kecil akan rugi bila melakukan investasi di bidang properti.Â
2. Pendapatan Tetap Secara PasifÂ
Apabila mempunyai properti yang dapat disewakan, pastinya hal itu akan menguntungkan untuk investor. Sebab, dapat diperoleh penghasilan perbulan ataupun per tahun secara tetap dari uang sewanya.Â
3. Dapat Dijadikan Sebagai Sarana Investasi dan Tempat TinggalÂ
Jika seseorang memiliki properti berupa villa, maka jangan pernah membiarkan villa tersebut menganggur. Seseorang dapat menyewakan villa itu untuk berlibur. Selain itu, juga dapat menggunakan vila tersebut sebagai tempat tinggal ataupun tempat beristirahat untuk keluarga.Â
Target KonsumenÂ
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, infalsi pada Februari 2023 mencapai 5,47 persen secara tahunan, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang 5,28 persen. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI)Â
Lukas Bong, berpendapat, kenaikan suku bunga krdit pemilikan rumah dan tingkat inflasi berpotensi menekan pembelian rumah. Meskipun demikian, masih ada beberapa bank yang menawarkan tingkat suku bunga kredit yang menarik.Â
Kebutuhan rumah masih sangat besar dan potensi ini perlu digarap. Pascapandemi, ada kecenderungan konsumen mulai melirik hunian yang dekat pusat kota atau terintegrasi dengan pusat transportasi. konsumen milenial yang mendominasi pasar properti perlu menghindari pinjaman daring (pinjol) untuk kebutuhan konsumtif. Riwayat pinjaman daring cenderung berdampak menyulitkan akses kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA).Â
Sasaran konsumen Perum Graha Rayya Gardenia adalah para milenial yang memiliki finansial menengah ke bawah, namun tidak menutup kemungkinan bagi konsumen yang tertarik melakukan investasi property.Â
"Sejauh ini User kami berasal dari Tulungagung dan sekitarnya, baru kemarin ada salah seorang WNI yang sedang bekerja di Amerika dan membeli perumahan kami. Kebanyakan dari mereka sudah berkeluarga dan memiliki impian untuk segera memiliki rumah" ujar kepala konstruksi PT. Alfa Muda Properti.Â
Pengaruh Manajemen Strategi bagi PerusahaanÂ
Sebagai developer, PT. Alfa muda telah menerapkan system manajemen yang cukup baik baik secara internal maupun external. Secara internal ada beberapa proses manajemen sebelum seorang konsumen melakukan pembelian, yaituÂ
1. Pertama kami akan menjelaskan mengenai detail bangunana standart yang kami tawarkanÂ
2. Kemudian memasuki tahap booking untuk mencegah kami menjual kepada konsumen lain, dimana calon konsumen bisa memilih kavling terlebih dulu yang akan mengurangi total harga penjualanÂ
3. Atau konsumen bisa langsung membayarkan sejumlah uang muka, dalam hal ini perusahaan meminta 50% untuk DP awalÂ
4. Konsumen bisa memilih ingin melakukan tahap pembayaran selanjutnya, apakah menggunakan cash in house (kredit bertahap yang dikelola perusahaan) atau menggunakan KPR bank yang telah bekerjasama dengan perusahaan.Â
5. Setelah seluruh administrasi telah dipahami, perusahaan akan menerbitkan Surat perjanjian JualÂ
Melalui manajemen strategi berikut, perusahaan mampu menghindari konsumen yang berpotensi menyulitkan.Â
STRATEGI MENINGKATKANÂ
DAYA BELI KONSUMENÂ
Strategi dalam meningkatkan penjualan perusahaan sangatlah penting . Strategi ini bertujuan untuk menahan laju penurunan penjualan, meminimilisasi penurunan perolehan laba usaha, dan mengamankan keuangan usaha.Â
1. Optimalisasi PenjualanÂ
Apa yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan penjualan, yaitu dengan melakukan promosi yang efektif dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk meminimilasi penurunan penjualan akibat dari menurunya daya beli masyarakat, ada beberapa hal yang dapat dilakukan,Â
a. Promosi PenjualanÂ
Dalam situasi daya beli menurun, maka kemampuan konsumen dalam membelanjakan uangnya menjadi terbatas. Kompetisi perebutan konsumen terjadi sangat ketat, siapa yang tidak siap menghadapi situasi seperti ini akan memperoleh dampak penurunan penjualan yang paling besar.Â
penjualan, bahkan bisa saja tanpa disadari kemampuan menjual dari pegawai penjualan sudah tertinggal jauh dari ekpetasi konsumen, oleh karena itu sangat diperlukan untuk mengevaluasi seluruh sumber daya yang tersedia, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain,Â
Tingkatkan agresifitas dalam meraih penjualan, bisa dengan cara mengharuskan pegawai penjualan lebih agresif, lebih menarik, lebih memahami kebutuhan konsumen, lebih dekat dengan konsumen, memberikan pelayanan lebih prima, kedisiplinan, dan seterusnya.Â
Perhatikan layout atau tata ruang dari ketika konsumen masuk sampai selesai melakukan transaksi, termasuk juga dalam masalah pencahayaan, kebersihan temukan kelemahannya dan cari ide yang lebih efektif dan efisien.Â
Manfaatkan space yang belum optimal untuk mendukung terjadinya transaksi penjualan yang lebih besarÂ
Bila anda memiliki banyak jenis barang yang dijual, dorong penjualan pada barang barang yang memiliki margin tinggi, bisa juga dengan menurunkan size dengan harga lebih rendah atau membuat kemasan lebih kecil, namun memberikan margin yang lebih tinggi.Â
tenaga untuk hal-hal yang lebih produktifÂ
Pikirkan dan cari sedapat mungkin untuk menurunkan biaya bahan baku tanpa menurunkan kualitasÂ
c. Biaya Penjualan dan SupportingÂ
Evaluasi seluruh biaya yang terjadi pada bagian penjualan dan supporting, cari dan temukan biaya biaya yang masih dapat dihemat, namun jangan mengurangi kemampuan bagian penjualan dalam memperoleh penjualan.Â
MANFAAT MANAJEMEN STRATEGIÂ
BAGI PERUSAHAANÂ
Manfaat manajemen strategi bagi peusahaan yaituÂ
1. Menetapkan arah strategi dalam perusahaanÂ
Manajemen strategiÂ
menggambarkan tingkatan kinerja yang menetapkan arah sehingga karyawan dapat mengetahui tujuan dan target mereka . manajemen strategi dapat difungsikan sebagai panduan dalam memberi arahan dalam menjalankan perusahaan agar mencapai tujuan yang di inginkan .Â
Ini adalah salah satu manfaat manajemen strategi yang paling didalam perencanaan strategi. Hal tersebut manjadikan perusahaan anda akan sulit untuk dikalahkan oleh pesaing lain .Â
5. Kinerja ke arah yang lebih baik Manajemen strategi yang baik harus memastikan bahwa perusahaan harus memiliki kinerja yang baik serta dapat menghasilkan keuntungan. Ketika perusahaan telah memiliki keunggulan kompetitif dan memiliki kinerja karyawan yang baik maka secara otomatis perusahaan dapat berkembang serta menghasilkan keuntungan yang lebih baikÂ
6. Memastikan perusahaan dapat berjalan dalam jangka panjang Manajemen strategi dapat mengidentifikasi peluang yang ada dalam perusahaan serta ancaman yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Dalam hal tersebut perusahaan dapat memaksimalkan setiap peluang yang ada dan meminimalkan resiko yang terjadi akibat dari timbulnya ancaman. Hal ini dapat memberi manfaat pada perusahaan karena dapat memastikanperusahaan dapat bertahan hidup jangka waktu yang panjang.Â
7. Menyederhakanakan strategi bisnis dan mengembangkannyaÂ
Tanpa adanya manajemen strategi yang baik dan bagus akan membuat perusahaan sulit untuk menghadapi persaingan di pasar. Dengan adanya manajemen strategi ini dapat memberikan kemudahan perusahaan dalam memprediksi perubahan yang terjadi dimasa depan.Â
Manajemen strategi ini dapat membantu perusahaan untuk memaksimalkan setiap peluang yang muncul serta meminimalkan segala ancaman yang menghadang (Los, n.d.)Pada tahun 2020 awal berdirinya PT Alfa Muda Properti membeli lahan di daerah Sobontoro yang rencananya akan dibangun perumahan sejumlah 30 unit, sebelum dapat merealisasikan proyeknya perusahaan harus melakukan sejumlah peryaratan legalitas terkait perijinan dan lain-lain yang membutuhkan biaya besar serta waktu yang cukup lama. Pada akhir tahun 2022 sejumlah rencana kerja disiapakn dan dapat direalisasikan menjelang awal tahun 2023. Perusahaan bekerja sama dengan salah satu perusahaan properti untuk mengkonstruksikan pembangunan proyek tersebut. Hingga hari ini kabar terbaru mengatakan sejumlah 28 unit telah dibooking dan beberapa diantarannya menggunakan pembayaran KPR bank yang ditunjuk dan sedang dalam proses pencairan.Â
Bisnis PropertiÂ
Properti merupakan salah satu istilah yang banyak sekali muncul saat kita sedang membicarakan mengenai rumah ataupun tanah. Tidak jarang pula, perbincangan tersebut berhubungan dengan istilah bisnis properti atau investasi properti. Bisnis property di Indonesia telah berkembang semakin pesat di berbagai kota , seiring dalam pemenuhan kebutuhan pada masyarakat kota besar. Pada masaÂ
Produk PropertiÂ
Penggunaan dan pemanfaatan produk properti merupakan hal yang tidak terbatas pada lahan ataupun rumah saja. Jika berdasar pada tujuannya, maka produk properti dikelompokkan menjadi 4 macam, antara lain:Â
1. Bangunan KomersialÂ
Properti berupa bangunan komersial digunakan untuk kebutuhan komersial seperti misalnya perusahaan atau bisnis tertentu. Pemilik properti umumnya akan menyewakan bangunannya sebagai gedung perbelanjaan, perkantoran, rumah toko, pusat pelayanan seperti misalnya hotel, rumah sakit, dan lain sebagainya. Properti semacam itu biasanya berada di tengah kota dengan mobilitas penduduknya yang padat.Â
2. Bangunan ResidentialÂ
Jenis lainnya dari properti yaitu bangunan residential. Residential ini diartikan sebagai bangunan yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal ataupun hunian. Dimana biasanya yang termasuk ke dalam bangunan residential antara lain yaitu rumah tinggal, perumahan, villa, rumah kost, asrama, dan juga apartemen.Â
Di Indonesia sendiri, kita masih sering menjumpai seseorang yang mempunyai properti rumah lebih dari satu di berbagaiÂ
Graha Rayya Gardenia menonjolkan desain meizanin atau yang biasa kita kenal dengan bangunan 1 lantai, rumah 2 lantai yang minimalis menjadi sesuatu yang ditonjolkan dalam pemasarannya. Harga yang ditawarkan juga cukup murah, untuk harga standart dijual dengan 360jt saja, tidak termasuk tambahan bangunan dan pajak pembelian, meski PT. Alfa Muda Properti termasuk baru dibidangnya, antusias masyarakat Tulungagung sangat luar biasa, terbukti penjulannya laku keras dengan hanya menyisakan 2 unit saja dalam waktu kurang dari satu tahun.Â
Lokasi yang tidak jauh dari pusat kota menjadi pertimbangan yang menarik perhatian pembeli, ditambah akses transportasi umum mudah ditemukan. Seperti jarak menuju terminal yang bisa ditempuh kurang dari 10 menit menggunakan sepeda motor, selain itu kawasan sekitar perumahan masih dikelilingi sawah yang lapang sehingga tidak akan terganggu suara bising kendaraan meski tempatnya berada dekat jalan utama.Â
Status dan Legalitas PerusahaanÂ
PT Alfa Muda Properti merupakan perusahaan real estate dengan kantor pusat di Jl. Hos Cokro Aminoto dsn Prayan Ds.Â
Struktur OrganisasiÂ
Tugas dan wewenang tertinggi dipegang oleh seorang direktur yang membawahi seorang manager dalam struktur organisasi ini, dimana setiap bagian telah ditentukan devisi apa saja yang bertugas dan berweang untuk menjalankan pekerjaa di tiap-tiap bidang tersebut.Â
Pembagian pekerjaan, tugas dan wewenang di dalam PT. Alfa Muda Properti adalah sebagai berikut.Â
a. DirekturÂ
Tugas dan wewenangnya :Â
* Mengawasi jalannya operasional perushaan dari awal sampai akhirÂ
* Mengarahkan manajer untuk melakukan optimalisasi setiap divisi dibawahnyaÂ
* Mengeluarkan kebijakan perusahaanÂ
* Mengantisipasi tentang maju mundurnya perusahaanÂ
* Melakukan proses administrasi pada calon konsumenÂ
* Melakukan pelaporan pajak tahunanÂ
* Menyiapkan berkas-berkas user yang validÂ
* Melakukan arsip berkas secara time seriesÂ
e. Divisi KeuanganÂ
* Melakukan pelaporan keuangan operasioanlÂ
* Memastikan cost perusahaan stabilÂ
* Memastikan dana tersalurkan sesuai kebutuhanÂ
f. Divisi PemasaranÂ
PT. Alfa Muda Properti bekerjasama dengan marketing agency Swatantra, dimana lama kerja sama ini didasarkan pada kontrak dan target. Melalui Swatantra seluruh kegiatan pemasaran seperti penyediaan brosur iklan menjadi tanggung jawab agency dan untuk pembayarannya berupa fee marketing sesuai yang telah disepakakti.Â
g. Staff ProyekÂ
Dalam Divisi Proyek terdapat manajemen kecil yang dibawahiÂ
1. Kebal Terhadap InflasiÂ
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa properti adalah salah satu aset yang kebal akan inflasi. Adanya inflasi tidak akan bisa mempengaruhi nilai dari suatu properti. Pastinya, hal tersebut akan sangat menguntungkan untuk bisnis. Besar kemungkinan bahwa bisnis properti yang dijalankan tidak akan terganggu dengan inflasi.Â
2. Harganya Akan Terus Naik Per TahunnyaÂ
Di Indonesia sendiri, harga jual properti akan selalu meningkat setiap tahunnya. Maka tak heran bila aset jenis ini membuat para pemilik bisnis tertarik untuk mencobanya.Â
3. Nilai Jual yang Tinggi di Tempat StrategisÂ
Sudah bukan rahasia lagi bahwa semakin strategis lokasi sebuah properti, maka harganya juga akan semakin melangit. Walaupun dijual dengan harga yang tinggi, kebutuhan akan tanah dan juga bangunan yang strategis akan terus ada dan bahkan selalu meningkat.Â
Selain dari manfaat dari usaha properti yang telah dipaparkan diatas, beberapa keuntungan yang akan didapatkan dari investasi properti antara lain :Â
Lukas Bong, berpendapat, kenaikan suku bunga krdit pemilikan rumah dan tingkat inflasi berpotensi menekan pembelian rumah. Meskipun demikian, masih ada beberapa bank yang menawarkan tingkat suku bunga kredit yang menarik.Â
Kebutuhan rumah masih sangat besar dan potensi ini perlu digarap. Pascapandemi, ada kecenderungan konsumen mulai melirik hunian yang dekat pusat kota atau terintegrasi dengan pusat transportasi. konsumen milenial yang mendominasi pasar properti perlu menghindari pinjaman daring (pinjol) untuk kebutuhan konsumtif. Riwayat pinjaman daring cenderung berdampak menyulitkan akses kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA).Â
Sasaran konsumen Perum Graha Rayya Gardenia adalah para milenial yang memiliki finansial menengah ke bawah, namun tidak menutup kemungkinan bagi konsumen yang tertarik melakukan investasi property.Â
"Sejauh ini User kami berasal dari Tulungagung dan sekitarnya, baru kemarin ada salah seorang WNI yang sedang bekerja di Amerika dan membeli perumahan kami. Kebanyakan dari mereka sudah berkeluarga dan memiliki impian untuk segera memiliki rumah" ujar kepala konstruksi PT. Alfa Muda Properti.Â
beli, dimana isinya berupa pernyataan kesanggupan membayar sejumlah harga yang disepakati dalam kurun waktu tertentu, yang akan di sahkan dinotaris.
6. Selama proses pembangunan konsumen masih dapat melakukan tambahan bangunan, requeat design interior. Dengan catatan tidak merubah struktur bangunan dan diperkuat dengan dibuatkan PTB (Proyek Tambahan Bangunan) yang ditanda tangani kedua belah pihak dan bermeterai.Â
Administrasi penjualan tersebut sifatnya fleksible, artinya dapat berubah-ubah sesuai kedaan di lapangan, sedangkan untuk proses pembayaran menggunakan KPR perusahaan Alfa Muda Properti telah bekerja sama dengan Bank Mandiri. Dimana Calon konsumen perlu melewati tahap BI Checking, untuk menguji kelayakan sebagai kreditur. Sebelumnya telah saya singgung bahwa konsumen KPR perlu menghindari pinjol, untuk menjaga jejak kreditur tetap baik. Banyak kasus yang terjadi pengajuan KPR ditolak karena tidak layak. Dalam kasus ini Kreditur dicap buruk dalam pembayaran angsuran, sehingga bank berhak melakukan penolakan.Â
Tujuan promosi penjualan untuk mencapai omset penjualan yang optimal dan menguntungkan, Promosi penjualan yang benar dan tepat harus dilakukan, Karena pada dasarnya promosi penjualan mempunyai tujuan penting yang akan mendukung tercapaianya omset optimal yang menguntungkan bagi perusahaan.Â
Bentuk promosi seperti apa tergantung dari pasar yang ditarget. Pemilihan bentuk promosi perlu hati hati, karena apabila tidak efektif, justru membebani biaya perusahaan, tapi bila tidak dilakukan peluang untuk keluar dari situasi sulit semakin kecil. Apabila promosi berbentuk penurunan harga jual, perlu dipertimbangkan efektifitasnya, dan perlu disertainya komunikasi yang efektif, karena bisa terjadi tehnik promosi dengan penurunan harga jual ini justru menggerus perolehan laba usaha.Â
b. Optimalisasi Sumber Daya yang TersediaÂ
Seringkali hal hal yang kurang diperhatikan selama ini, dapat membantu dalam mengoptimalkanÂ
Komunikasikan dengan efektif dan efisien setiap kelebihan yang dimiliki kepada konsumen, jangan sia sia kan dan jangan lewatkan kelebihan yang dimiliki.Â
Jika belum melakukan penjualan secara online, dapat dipertimbangkan untuk dilakukan, sehingga dapat menambah penjualan.Â
Pikirkan untuk menjual asset dan peralatan yang sudah tidak terpakai lagi daripada membebani biaya usaha.Â
2. Pengurangan Biaya (Cost Reduction)Â
a. Biaya ProduksiÂ
Bila barang barang dibuat melalui proses produksi terlebih dulu, maka dengan adanya penurunan omzet berakibat terjadinya kapasitas menganggur. Kapasitas menganggur akan berakibat beban biaya tetap per satuan produk menjadi lebih besar.Â
Adakalanya biaya tenaga kerja langsung yang ada di produksi bukan berdasarkan output produksi, sehingga beban tenaga kerja per satuan produk menjadi lebih besar.Â
b. Lakukan efisiensi sebesar mungkin pada biaya overhead pabrikÂ
Hindari jumlah tenaga melebihi dari yang seharusnya, pikirkan kelebihanÂ
2. Fokus pada prioritas perusahaan Manajemen strategi dapat menentukan prioritas mana yang baik untuk perusahaan .Â
Ketika manajemen strategi telah mengidentifikasi hal yang terkait hal tersebut maka perusahaan dapat memastikan kinerja yang bagus dibidang-bidang tersebut.Â
3. Memahami lingkungan yang berubahÂ
Dalam dunia bisnis pasti akan melalui masa masa yang berubah , dalam hal ini manajemen strategi dapat memprediksi hal tersebut . Prediksi perubahan masa depan dapat membantu perusahaan untuk mengambil tindakan untuk mengelola perubahan dengan perencanaan yang matang. Dengan memahami kondisi lingkungan yang berubah tim manajemen dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi yang ada saat ini.Â
4. Keunggulan sehingga dapat bersaingÂ
 Dengan menggunakan manajemen strategi yang bagus dapat membantu perusahaan untuk membangun keunggulan perusahaan yang kompetitif dibandingkan dengan pesaing lainnya.Â
perusahaan dapat bertahan hidup jangka waktu yang panjang.Â
7. Menyederhakanakan strategi bisnis dan mengembangkannyaÂ
Tanpa adanya manajemen strategi yang baik dan bagus akan membuat perusahaan sulit untuk menghadapi persaingan di pasar. Dengan adanya manajemen strategi ini dapat memberikan kemudahan perusahaan dalam memprediksi perubahan yang terjadi dimasa depan.Â
Manajemen strategi ini dapat membantu perusahaan untuk memaksimalkan setiap peluang yang muncul serta meminimalkan segala ancaman yang menghadang (Los, n.d.)Â
KESIMPULANÂ
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi memiliki peranan besar dalam menjalankan sebuah perusahaan . memiliki manajemen strategi yang bagus dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya. Dalam hal ini manajemen strategi memiliki pengaruh salah satunya terhadap daya beli konsumen. Manajemen strategi membantu perusahaan untuk memajukan sertamengembangkan perusahaan tersebut agar memiliki target konsumen yang tepat. Dalam hal ini manajemen strategi melakukan upaya dalam meningkatkan daya beli pada perusahaan . Strategi peningkatan daya beli dapat melalui :Â
1. Peningkatan alokasi apbd untuk bidang ekonomiÂ
2. Promosi peningkatan layanan investasiÂ
3. Fasilitasi penyediaan lapangan kerjaÂ
4. Menciptakan iklim usaha yang kondusifÂ
5. Fasilitasi insentif bagi investasi (Fitriani, 2017)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H