Mohon tunggu...
Agustinus Gereda Tukan
Agustinus Gereda Tukan Mohon Tunggu... Penulis - Pensiunan

Pencinta membaca dan menulis, dengan karya narasi, cerpen, esai, dan artikel yang telah dimuat di berbagai media. Tertarik pada filsafat, bahasa, sastra, dan pendidikan. Berpegang pada moto: “Bukan banyaknya, melainkan mutunya,” selalu mengutamakan pemikiran kritis, kreatif, dan solusi inspiratif dalam setiap tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Menanggalkan Stigma: Membangun Budaya Menghargai Semua Guru

24 Juni 2024   04:01 Diperbarui: 24 Juni 2024   05:13 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Persepsi umum di masyarakat sering membedakan status antara guru PNS dan guru honor atau swasta. Guru PNS dihargai dan dianggap lebih unggul daripada guru honor atau swasta, baik dari segi gaji, fasilitas, maupun kesempatan pengembangan profesional. Guru honor atau swasta sering dianggap sebagai 'pilihan kedua'. 

Persepsi ini menciptakan stigma negatif yang merugikan guru honor atau swasta dan berdampak pada kualitas pendidikan mereka. Persepsi keliru ini perlu diluruskan. Kualitas seorang guru tidak dapat diukur semata-mata berdasarkan status kepegawaiannya, tetapi kompetensi, dedikasi, dan integritasnya. Stigma negatif ini dapat menurunkan motivasi dan berdampak negatif pada proses pembelajaran. 

Diskriminasi tersebut dapat menciptakan ketidakadilan dan ketimpangan dalam sistem pendidikan. Karena itu, penting untuk membangun budaya yang menghargai semua guru tanpa memandang status mereka. 

Gagasan utama artikel ini adalah bahwa semua guru, baik PNS maupun honor atau swasta, berhak mendapatkan penghargaan yang setara. Menanggalkan stigma dan membangun budaya yang menghargai semua guru dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan bermartabat bagi seluruh komponen pendidikan.

Peran Penting Guru

Guru, baik PNS maupun honor atau swasta, memiliki peran vital dalam pendidikan. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga membentuk karakter dan sikap siswa. Guru adalah agen perubahan yang membimbing, menginspirasi, dan memotivasi siswa untuk mencapai potensi maksimal.

Guru PNS sering dianggap memiliki stabilitas kerja dan akses yang lebih baik terhadap pelatihan dan pengembangan profesional. Mereka biasanya berada di sekolah negeri dengan sumber daya yang lebih baik. Di sisi lain, guru swasta bekerja di institusi yang dikelola oleh yayasan atau organisasi non-pemerintah. Meskipun sering menghadapi tantangan kesejahteraan dan fasilitas, guru swasta atau honor tetap berkomitmen tinggi dalam mendidik siswa.

Menurut Suparlan (2016) dalam Peran Guru dalam Pendidikan, peran guru sangat krusial dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Mereka berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran, mentor, dan model peran bagi siswa, membentuk nilai-nilai moral dan etika siswa.

Kontribusi guru PNS dan honor atau swasta sama pentingnya dalam mempersiapkan generasi masa depan. Keduanya memastikan siswa mendapatkan pendidikan berkualitas untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Pendidikan dari guru membantu siswa mengembangkan keterampilan kognitif, emosional, dan sosial yang diperlukan untuk sukses di masa depan.

UNESCO (2017) dalam Education for Sustainable Development Goals: Learning Objectives, menyatakan bahwa guru adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas. Guru yang kompeten dan berdedikasi, terlepas dari status kepegawaian, adalah pilar utama dalam membangun masyarakat berpengetahuan dan berdaya saing.

Dedikasi dan kompetensi guru tidak tergantung pada status kepegawaian. Guru PNS dan swasta memiliki potensi yang sama untuk memberikan dampak positif pada pendidikan siswa. Peran mereka sama besar dalam mempersiapkan generasi masa depan. Pengakuan dan penghargaan yang setara terhadap semua guru, tanpa memandang status, adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kesetaraan dan Penghargaan

Semua guru, baik PNS maupun honor atau swasta, berhak mendapatkan penghargaan yang setara. Penghargaan ini tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga pengakuan terhadap kontribusi dan dedikasi mereka dalam dunia pendidikan. Menurut Mulyasa (2013) dalam Menjadi Guru Profesional, pengakuan terhadap guru adalah aspek penting yang dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka, dan berperan penting dalam membentuk masa depan bangsa.

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh guru di Indonesia adalah kesenjangan gaji dan fasilitas. Guru PNS biasanya menerima gaji yang lebih tinggi dan memiliki akses ke berbagai tunjangan dan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan guru honor atau swasta. Hal ini dapat menciptakan ketidakadilan dan mengurangi motivasi dalam menjalankan tugasnya. Menurut penelitian Setiawan dan Susilo (2018), Kesenjangan Gaji Guru di Indonesia: Antara Guru PNS dan Swasta, kesenjangan gaji berdampak terhadap kesejahteraan guru swasta, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas pendidikan yang mereka berikan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian subsidi atau tunjangan khusus bagi guru honor atau swasta untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, perlunya kebijakan yang memastikan bahwa semua guru memiliki akses yang sama terhadap program pelatihan dan pengembangan profesional. Selanjutnya, transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan harus ditingkatkan meningkatkan kesejahteraan guru.

Pengembangan karier yang setara bagi semua guru adalah kunci untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas. Semua guru harus memiliki akses yang sama terhadap peluang pengembangan profesional, seperti pelatihan, workshop, dan beasiswa untuk studi lanjut. 

Menurut laporan UNESCO (2018), pengembangan profesional yang berkelanjutan adalah salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Selain itu, lembaga pendidikan harus menyediakan jalur karier yang adil bagi semua guru, termasuk memberikan kesempatan yang sama untuk promosi dan peningkatan jabatan berdasarkan kompetensi dan prestasi, bukan semata-mata berdasarkan status kepegawaian.

Membangun Apresiasi

Membangun budaya menghargai guru memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan media. Setiap elemen ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan menghargai kontribusi guru dalam pendidikan.

Masyarakat memiliki peran kunci dalam menghargai guru melalui pengakuan dan dukungan langsung. Keluarga, siswa, dan komunitas dapat memberikan apresiasi kepada guru dengan cara yang sederhana namun bermakna, seperti ucapan terima kasih, pengakuan publik, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menetapkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan dan pengembangan profesional guru. Kebijakan ini mencakup gaji yang layak, tunjangan, dan kesempatan pelatihan yang merata bagi semua guru, baik PNS maupun honor atau swasta. Menurut Nugroho (2020) dalam Kebijakan Pendidikan di Indonesia: Teori dan Praktik, kebijakan pemerintah yang adil dan transparan sangat penting dalam meningkatkan motivasi dan kinerja guru.

Media juga memainkan peran yang signifikan dalam membangun citra positif guru. Melalui pemberitaan yang adil dan inspiratif, media dapat membantu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya peran guru dan menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai profesi ini. Media dapat menyoroti kisah-kisah sukses guru, tantangan yang mereka hadapi, dan kontribusi mereka dalam membentuk masa depan bangsa.

Membangun budaya yang menghargai semua guru adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap guru merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi siswa. Penghargaan yang setara tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga berdampak positif pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. 

Setiap guru, terlepas dari status kepegawaiannya, berperan sebagai pilar utama dalam membentuk masa depan bangsa. Masyarakat, pemerintah, dan media harus terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang adil dan mendukung bagi semua guru. 

Dengan menghargai guru, kita berinvestasi dalam masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Mari, kita menanggalkan stigma untuk membangun budaya menghargai semua guru, menunjukkan apresiasi kepada pahlawan pendidikan kita. (*)

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun