Seorang nenek tua renta bernama SurtiÂ
Hidup sepi menyendiri
Di dalam hutan yang sunyi
Namun ingin mempunyai bayi
Tiap hari berdoa tiada henti
Dia ingin anak laki-laki
Agar hidupnya tidak sepi
Lebih bersyukur dengan hidup ini
Doanya terdengar oleh raksasaÂ
Gemetar tubuh sang nenek tua
Menggelegar terdengar suaranya
Sang nenek menjawab dengan terbata-bata
Raksasa ingin membantu dengan syarat tertentu
Sang nenek mau tak mau menyanggupi
Harus memelihara anak tapi untuk raksasa
Sang raksasa memberi biji timun untuk ditanam
Nenek Surti menanam biji timun
Biji tumbuh dan berbuah dengan cepat
Nenek tua terkejut saat memanennya
Ada bayi perempuan cantik dihadapannya
Bayi diberi nama "Timun Mas"
Sang nenek merawat dengan baik
Hingga umur enam tahun raksasa datang
Ingin mengambil anak untuk di makan
Sang Nenek berkelit dengan alasan
Anaknya pergi dan badan belum enak di makan
Dua tahun Nenek minta waktu menyerahkan
Sambil mencari alasan menghindar raksasa
Nenek Surti terus berdoaÂ
Bermimpi bertemu pertapa
Timun Mas disuruh menemuinya
Sang pertapa memberi 4 bingkisan
Saat raksasa menagih janjinya
Timun Emas berlari sekuat tenaga
Saat raksasa mau menangkapnya
Bingkisan semuanya dibuka
Saat mau tertangkap bingkisan satu ditebarnya
Tanaman timun lebat menghambat raksasa
Saat raksasa bisa keluar dan mengejarnya
Bingkisan kedua berupa jarum berubah pohon bambu lebat
Raksasa tetap bisa mengejarnya sampai bingkisan ketiga dibuka
Garam berubah menjadi lautan yang luas
Sang raksasa masih bisa mengejarnya hingga bingkisan ke empat dibuka
Berupa terasi yang berubah menjadi lautan lumpur panas dan mendidih
Raksasa akhirnya tenggelam dalam lumpur
Timun Mas selamat dan memeluk nenek tua
Mereka bersyukur dengan keadaan yang terjadi
Menjalani hidup dengan bahagia di hati
Tangerang Selatan/ 2 November 2022
Tantangan Om jay #DocJay
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI