Â
Diwan Al-Mursadarah, bertugas mengawasi musuh-musuh politik.
Â
Diwan Al-Azimah, mengawasi dan mengendalikan keuangan diwan lainnya.
Â
Diwan Al-Ahsham, sebagai pengawas orang yang bertugas di kerajaan.Â
Â
Â
Kondisi Ekonomi pada Masa Khalifah Harun Al-Rashid
Dumairy menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sistem ekonomi ialah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subyek; barang-barang ekonomi sebagai obyek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan yang dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (baik formal maupun nonformal); cara kerja; meka nisme hubungan; hukum dan peraturan-peraturan perekonomian; serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis); yang dipilih atau diterima atau ditetapkan oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. Jadi dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapakan dalam berbagai aktifitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.[12]
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi Islam adalah seperangkat aturan yang berfungsi sebagai panduan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah agar tercapai falah (kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat). Kaitan sistem ekonomi Islam yang dimaksud dalam pembahasan ini yakni sistem ekonomi Islam yang diterapkan pada masa Daulah Abbasiyah. Â