Mohon tunggu...
Adelina Sari Hrp
Adelina Sari Hrp Mohon Tunggu... Lainnya - Prodi Perbankan Syariah UIN

UIN Sumatera Utara KKN-DR Kelompok 35

Selanjutnya

Tutup

Money

Sistem Penghimpunan Dana Bank Syariah

15 Agustus 2020   21:07 Diperbarui: 16 Agustus 2020   18:33 1636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

b. Mudharabah Muqayyadah

-Shahibul maal memberikan batasan atas dana yang diinvestasikannya, sedangkan mudharib hanya bisa mengelola dana sesuai dengan batasan yang diberikan oleh mudharib

-Aplikasi perbankan yang sesuai dengan akad ini ialah special investmen

Produk special investmen based on restricted mudharabah sangat sesuai dengan special hight networth individuals atau company yang memiliki kecenderungan imvestasi khusus. Disamping itu, special investmen merupakan suatu modus funding dan financing, sekaligus yang sangat cocok pada saat-saat krisis dan sector perbankan mengalami kerugian yang menyeluruh. Dengan special investmen, investor tertentu tidak perlu menanggung overhead bank yang terlalu besar karena seluruh dananya masuk keproyek khusus dengan return dan cost yang dihitung khusus.

Prospek Penghimpunan Dana Bank Syariah

International Monetery Fund (IMF) memperkirakan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,9% pada 2008 menjadi 3% pada tahun 2009. Imbas dari krisis keuangan global yang berasal dari Amerika Serikat berdampak kepada laju pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan Perbankan Syariah diperkirakan masih tetap tinggi. Untuk angka pesimistis, BI memperkirakan bank syariah akan tumbuh 25 persen. Untuk moderat akan tumbuh 37 persen dan 50 persen untuk angka optimitis.

Tekanan ekonomi global yang mengakibatkan naiknya suku bunga bank konvensional membuat pengusah menarik dana likuidnya untuk berjaga-jaga juga sedikit banyak berdampak pada dana pihak ketiga di bank syariah. Dana yang bersumber dari korporasi berkurang sebaliknya untuk dana individu naik. Karena bank syariah masih berorientasi pada UKM dan domestik maka diharapkan bank syariah bisa tetap stabil. Prospek perkembangan bank syariah sendiri ke depan masih terbuka lebar dan menjanjikan. Salah satu penyebab layaknya perkembangan bank syariah diperhitungkan adalah karena besarnya return bagi hasil di bank syariah tidak kalah menarik dibanding besarnya return bunga di bank konvensional.

Di sisi lain, perbankan syariah juga akan menghadapi tantangan berat pada tahun 2009. Seiring dengan penurunan tingkat suku bunga perbankan, DPK perbankan syariah diperkirakan meningkat. Perebutan dana pihak ketiga ketika situasi pasar ketat tentu membutuhkan energi lebih. Tingkat suku bunga perbankan mengakibatkan tingkat return bagi hasil perbankan syariah dapat lebih kompetitif terhadap tingkat return bunga perbankan konvensional. Namun produk-produk perbankan syariah relative masih perlu dikembangkan. Keterbatasan produk dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang produk-produk perbankan syariah dikhawatirkan akan menjadikan persaingan menjadi lebih sulit ditengah peluang kompetisi yang baik. Prospek penghimpunan dana untuk perbankan syariah masih cukup bagus dengan kondisi-kondisi yang mendukung, terlebih dengan angka persentasi pertumbuhan perbankan syariah yang cukup besar yang diharapkan dapat diikuti dengan perkembangan dana yang terhimpun dalam produk-produk penghimpunan dana perbankan syariah.

Strategi penghimpunan dana Perbankan Syariah

Strategi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan penghimpunan dana perbankan syariah dapat dilakukan dengan:

1. Menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.50 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 40%, fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75%. Fase III tahun 2010 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%. Dengan perkembangan industri perbankan syariah yang cukup pesat, dipastikan produk perbankan syariah khususnya di bidang penghimpunan dana (founding) sebagai salah satu sektor pendukung pertumbuhan perbankan syariah akan berada diposisi yang cukup baik dan terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan perbankan syariah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun