Pendahuluan
Pendidikan berperan sangat penting  dalam membentuk karakter dan pemahaman peserta didik dalam dunia Pendidikan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam Pengembangan karakter peserta didik  melalui filsafat idealisme. Filsafat idealisme  adalah pemikiran Plato yang menekankan pada ide-ide dan nilai-nilai spiritual akan kebenaran tertinggi. Pada filsafat pendidikan harus diarahkan untuk mengembangkan potensi intelektual serta moral siswa. Filsafat Idealisme dalam konteks pembelajaran Sejarah dapat memberikan landasan dalam memahami peristiwa masa lalu sebagai fakta dan sebagai cerminan dari nilai-nilai kemanusiaan yang dapat membentuk karakter siswa. Idealisme melalui pembelajaran sejarah juga mengajak siswa untuk memahami makna dari setiap peristiwa,  dampaknya terhadap kehidupan manusia, dan mengaitkannya dengan nilai-nilai universal seperti nilai keadilan, kebebasan, dan persaudaraan. Jadi, pembelajaran sejarah tidak hanya dipelajari sekadar deretan tanggal dan nama, tetapi terdapat pengembangan moral dan etika siswa. Dalam esai ini, membahas implementasi filsafat idealisme dalam pembelajaran Sejarah di sekolah yang berfokus pada tujuan Pendidikan,kurikulum, metode pengajaran, dan peran pendidik, keterlibatan peserta didik dan Pandangan filosofis idealisme yang dapat dilihat pada aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi.
Implementasi Filsafat Idealisme dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah
Filsafat idealisme dalam konteks pembelajaran Sejarah bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami lebih mendalam tentang nilai-nilai kemanusiaan, seperti pengembangan Karakter. Melalui pembelajaran sejarah, siswa diajak untuk merenungkan nilai-nilai moral dari peristiwa sejarah dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran sejarah, siswa juga diharapkan dapat memahami hubungan antar manusia dan pentingnya persaudaraan. Hal ini sejalan dengan pandangan idealisme bahwa pendidikan harus mempersiapkan individu untuk berkontribusi pada masyarakat secara positif. (Henita Nofia,dkk, 2022)
Adapun terdapat kurikulum dalam pelaksanaan pendidikan idealisme yang mana harus mencakup aspek liberal dan praktis. Kurikulum aspek liberal didalamnya mancangkup tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang signifikan, yang mana terhadap dampak sosial, politik, dan budaya dari peristiwa tersebut. Contohnya pada materi kemerdekaan Indonesia, siswa tidak hanya belajar tentang tanggal dan tokoh-tokoh penting saja, tetapi juga merenungkan makna kemerdekaan bagi bangsa dan nilai-nilai yang tertuang didalamnya. (Salmiyanti,Desyandary, 2023)
Adapun dari segi aspek praktisi siswa terlibat dalam kegiatan praktis yang berhubungan dengan sejarah dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, diberikan proyek penelitian tentang warisan budaya lokal atau kunjungan ke situs-situs bersejarah dari sana siswa mendapatkan pengalaman langsung yang dapat menambah pemahaman mereka tentang Sejarah yang dibahas.
Metode Pengajaran Pembelajaran Sejarah
Metode pengajaran dalam implementasi filsafat idealisme ini sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Metode yang dapat digunakan yaitu metode dialektika, metode dapat diterapkan dengan diskusi terbuka antara guru dan siswa sehingga siswa didorong untuk mengemukakan pendapat mereka tentang peristiwa sejarah dan menganalisis berbagai sudut pandang. Misalnya, saat membahas materi Perang Dunia II, siswa dapat berdiskusi mengenai apa penyebab konflik dan dampak yang dirasakan masyarakat global. Selain itu dapat digunakan metode Pembelajaran Berbasis Proyek, siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan suatu proyek penelitian tentang topik sejarah tertentu. Proyek yang dibuat ini memungkinkan siswa untuk bekerja sama mulai dari penelitian mendalam dan mempresentasikan hasil penelitian mereka di depan kelas. Guru juga dapat menggunakan penggunaan sumber belajar yang beragam, seperti buku teks, dokumen sejarah, film dokumenter, dan wawancara dengan narasumber yang dapat membantu siswa mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang peristiwa yang dipelajari.
Peran Pendidik dalam Implementasi Filsafat Idealisme dalam Pembelajaran Sejarah
Di dalam konteks pendidikan idealisme terdapat peran pendidik yang sangat krusial. Dalam pendidik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi saja, tetapi juga sebagai fasilitator yang dapat membantu siswa menemukan makna dalam pembelajaran mereka. Seperti, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, Pendidik dapat menciptakan suasana kelas yang aman dan terbuka sehingga siswa merasa nyaman belajar dan mempunyai berbagi ide dan pendapat mereka. Sebagai pendidik juga perlu mendorong siswa untuk berpikir kritis yang dapat dilakukan dengan mengeksplorasi topik-topik Sejarah secara mandiri dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan reflektif yang dapat menantang siswa untuk merenungkan makna dari apa yang mereka pelajari. Sebagai Pendidik juga perlu menjadi contoh teladan dalam hal moralitas dan etika dengan menunjukkan sikap integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam pelajaran sejarah yang nanti dapat ditiru oleh peserta didik.
Pandangan Filosofis Idealisme yang dapat dilihat Pada Aspek Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi.