Mohon tunggu...
Rusman
Rusman Mohon Tunggu... Guru - Libang Pepadi Kab. Tuban - Pemerhati budaya - Praktisi SambangPramitra
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

"Hidupmu terasa LEBIH INDAH jika kau hiasi dengan BUAH KARYA untuk sesama". Penulis juga aktif sebagai litbang Pepadi Kab. Tuban dan aktivis SambangPramitra.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Rusman: Wayang "Gatotkaca dalam Perspektif Pendidikan"

7 Juni 2018   11:19 Diperbarui: 26 Mei 2019   06:11 3131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gatutkaca, seperti tersenyum di alam sepinya

Dari sini nampak sekali bahwa ksatria muda ini oleh para dewa hanya digladi untuk menjadi orang profesional di satu bidang saja (kedigdayaan).

Bukan seorang manajer atau pengelola suatu organisasi atau negara.

Sialnya lagi, saat kembali berkumpul dengan keluarganya, dia mendapatkan kenyataan tentang penderitaan ibunya yang lebih sering hidup dalam kesendirian.

Wajar jika pemuda Gatotkaca bagaikan tenggelam dalam kondisi sunyi dan tidak banyak bergaul dengan sesamanya.

Secara psikologis semua itu seperti memaksa si anak menjadi seorang yang pendiam meskipun secara mandiri memiliki banyak kelebihan.

Semua itu harus menjadi cermin bagi kaum pendidik karena pada hakekatnya guru adalah pengukir kepribadian, pembentuk budi pekerti, atau bahkan ada yang menyebutnya sebagai arsitek jiwa. 

Guru harus senantiasa menyadari bahwa sebagai makhluk sosial, manusia (para siswa) memiliki dua hasrat.

Dua hasrat itu mulai berkembang sejak ia dilahirkan dan penting bagi perkembanghan kehidupan berikutnya, yakni: 

(1) Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain (gregrarionees) dan 

(2) Keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekitarnya.

Pada kenginan pertama inilah yang melahirkan kebutuhan tentang interaksi social, yaitu kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun