Mohon tunggu...
Rusman
Rusman Mohon Tunggu... Guru - Libang Pepadi Kab. Tuban - Pemerhati budaya - Praktisi SambangPramitra
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

"Hidupmu terasa LEBIH INDAH jika kau hiasi dengan BUAH KARYA untuk sesama". Penulis juga aktif sebagai litbang Pepadi Kab. Tuban dan aktivis SambangPramitra.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Rusman: Wayang "Gatotkaca dalam Perspektif Pendidikan"

7 Juni 2018   11:19 Diperbarui: 26 Mei 2019   06:11 3131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gatutkaca, seperti tersenyum di alam sepinya

KEHIDUPAN NYATA

Menjadi pertanyaannya sekarang, apakah kisah Gatotkaca itu terjadi pula dalam kehidupan nyata

Jawabannya tentu : "yes, it's a condition on our life". Bahkan banyak di antaranya yang lebih tragis dari nasib yang dialami ksatria pringgondani itu.

Kalau begitu alangkah malangnya masa depan bangsa ini jika sebagian dari generasi mudanya mengalami kondisi yang sama dengan tokoh pewayangan di atas. 

Harus ada pihak-pihak yang merasa terpanggil untuk mencari solusi bersama, mereka bisa tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik,  kaum intelektual serta yang lain.

Dalam konteks pendidikan problema ini jelas merupakan tugas para pendidik untuk mengawal siswa-siswi yang seolah-olah terlalu asyik dalam kesendiriannya itu. 

Anak-anak yang seperti menyusuri lorong kesunyian, bergaul dengan halusinasi dan bercengkrama dengan dunia khayal. 

Jangan biarkan anak didik kita yang nampaknya tersenyum tapi sebenarnya ia tak bahagia. 

Mereka yang tertawa di tengah penderitaannya. Sebagai guru harus jeli mengamati hal itu.

Memang benar sebagaimana teori Konvergensi yang dikemukakan oleh William Stern, seorang psikolog Jerman  (1871-1938), yang menyatakan bahwa kebenaran terletak di tengah-tengah. 

Artinya bahwa setiap  perkembangan manusia adalah hasil perpaduan antara faktor heriditas (pembawaan) dan faktor lingkungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun