Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Memaafkan Tanpa Kata Tapi, Berani?

29 April 2023   21:42 Diperbarui: 29 April 2023   21:47 1211
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Perih, kan'?

Terkadang, Harus Mengerti walau Tak Sepenuhnya Memahami

Untuk sementara, lupakan dulu perihal perih itu. Hayuk kita lanjut pada dialog milik sosok laki-laki pada sketsa di atas, yang hanya memiliki dua kalimat.

Kalimat pertama. "Aku mengerti."

Cobalah kembali berimajinasi, kemudian kira-kira apa yang ada di benak sosok lelaki itu.

Bayangkan, dalam satu waktu, seorang perempuan (yang dicintai?), berucap maaf, kemudian memberi pengakuan untuk mencintai. Namun, membantah semua itu dengan satu kata: Tapi.

Kukira, harus memiliki nyali yang besar untuk rela berucap kalimat "aku mengerti" tanpa perlu menunggu, atau mencari tahu alasan serta penjelasan dari lawan bicara.

Mungkin, pilihan kata mengerti, walau sama sekali tak memahami, adalah upaya ekstra untuk menciptakan suasana nyaman penuh kedamaian. Bagi diri sendiri maupun untuk lawan bicara.

Terkadang perlu untuk mengerti, walau tak sepenuhnya memahami, kan?

Kalimat kedua. "Belajarlah tanpa Tapi!"

Pada dialog ini. Kuanggap lelaki itu tak lagi butuh penjelasan untuk kata maaf, alasan ungkapan kata cinta, hingga penjelasan dari kata tapi?

Bisa jadi, karena sudah tahu, apapun jawaban, alasan hingga penjelasan yang ucapkan, semua adalah risiko! Karena telah memilih mencintai perempuan itu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun