Tragis sekali bila kita hanya berdiam diri dan selalu mendapatkan hal yang tidak nyaman tersebut berlarut-larut hingga ajal menjemput. Berharap kehidupan bisa berubah sendiri tanpa upaya apapun dan mendapatkan keceriaan tanpa mau berusaha untuk tersenyum atau tertawa. Ingin bahagia tetapi selalu meratapi hidup, ingin banyak uang tetapi tidak bekerja, ingin disenangi dan disayangi orang tetapi tidak bisa menyayangi orang lain dan sebagainya.
Perlakuan Tidak AdilÂ
Merasa diperlakukan tidak adil, merasa berarti berasal dari pikiran dan perasaan (persepsi) yang belum tentu benar. Mengenai Keadilan yang seperti apa yang kita maksud?
Orang mendapatkan harta kita juga harus mendapatkan harta? Orang mendapatkan kebahagiaan kita juga harus mendapatkan kebahagiaan? Masalahnya tidak ada orang yang membagi-bagi harta dan membagi-bagi kebahagiaan, harta dicari dan kebahagiaan diciptakan, individunya harus melakukan tindakan menuju perubahan yang lebih positif dari sebelumnya seperti yang diinginkannya.
Persepsi berasal dari sebelah pihak yaitu dari diri kita dan tentang jalan pikiran kita sendiri mengenai sesuatu hal atau seseorang dan belum tentu benar atau salah. Bila kita melihat dari sisi kita sendiri kita memang benar dan dilihat dari sisi mereka juga benar, karena kita semua melihat dari sudut masing-masing. Tapi bila kita melihat suatu benda dari satu sudut bagian kanan, orang yang di depan kita tentu melihatnya dari sebelah kiri karena kanannya kita adalah kirinya dia.
Persoalan sering terjadi karena persoalan persepsi. Yang mudah mencerna hal seperti ini adalah orang yang memiliki rasa empati kepada suatu hal atau seseorang. Ia bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, tidak menghakimi, lebih bertenggang rasa dan bertoleransi tinggi kepada setiap peristiwa yang melibatkan orang lain dalam kehidupannya.
Di setiap kejadian selalu ada manusia lain yang terlibat dan persepsi merupakan pilihan, apakah persepsi tersebut mengutamakan diri sendiri atau orang lain.Â
Rasa tidak adil ini datang karena persepsi kita lebih mengutamakan diri sendiri, sehingga melihat orang lain seolah-olah kejam, tidak punya nurani dan sebagainya. Padahal itu hanyalah persepsi dari sudut pandang pribadi, belum tentu dari sisi orang lain, yang berbahaya ketika persepsi tersebut menetap dan menimbulkan aksi yang salah hingga membunuh orang lain karena mendendam kepada orang yang salah dan berujung pada jeruji besi.
Mengapa Manusia Mudah Sakit?Â
Siapa yang tidak ingin selalu sehat dan bahagia?, tentu saja semua menginginkannya. Permasalahannya bukan terletak pada keinginan tetapi bagaimana cara melakukannya agar keinginan tersebut menjadi kenyataan. Kesehatan dan kebahagiaan lahir dan batin bukan hanya Impian saja tetapi bisa didapatkan dengan mudah asalkan mau melakukannya.