Waktu kita kejebak hujan sampai sore, dan bus kota udah habis jam segitu, tiba-tiba teman kita (lawan jenis, ya) datang mengantar kita pulang. Bagaimana perasaan kita? Mungkin tidak bagi kita untuk baper? Mungkin banget! Karena saat seseorang berada dalam situasi yang mencemaskan ia cenderung menginginkan kehadiran orang lain.Â
Seseorang yang dalam kondisi cemas tinggi atau rasa takut tinggi lebih ingin untuk berafiliasi atau butuh kehadiran orang lain (melakukan hubungan baik kerjasama, maupun hubungan lainnya).
7. Munculnya Perasaan Positif
Kita, tentu saja cenderung tertarik atau suka dengan orang yang membawa positive vibes bagi diri kita. Walau positive vibes disini tidak selalu berkaitan dengan perilaku orang tersebut. Pokoknya kalo ada dia ngerasa nyaman aja gitu, iya nggak?
8. Kesukaan secara Timbal Balik
Waktu kita tahu ada yang naksir kita, dia akan memberikan perlakuan khusus dan istimewa olehnya istilah psikologisnya reward. Nah, reward inilah yang memicu perasaan positif dan baik serta meningkatkan harga diri kita. Jadi, sangat memungkinkan bagi kita untuk membalasa 'rasa'nya dan terjadilah PDKT.
Tahapan-tahapan PDKT
Katanya di dunia ini gak ada yang instant dan semua ada prosesnya. Memang iya. Bahkan PDKT juga gak instant, lho. Setiap hubungan, baik hubungan persahabatan, pertemanan, maupun PDKT akan melalui tingkatan-tingkatan tersendiri hingga mencapai sebuah hubungan yang intim.Â
Analogi yang sering digunakan adalah dengan membayangkan seseorang seperti bawang dengan lapisan yang bisa dikupas, ketika suatu hubungan berkembang, mitra relasional bergerak melampaui lapisan awal, terus mengupas untuk mencapai pengungkapan yang lebih dalam atau penting bagi setiap orang dalam hubungan sebagai individu (Pennington, 2015: 5). Apa sajakah tahapan-tahapan tersebut?
1. Tahap Orientasi
Pada tahap ini, dua insan yang sedang PDKT masih dikatakan pada tahap perkenalan, belum dekat sepenuhnya. Mereka masih saling membagikan informasi yang bersifat umum dan komunikasi yang dilakukan bersifat tidak pribadi. Kedua belah pihak belum mampu mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan sepenuhnya karena dinilai tidak pantas dan takut akan mengganggu hubungan kedepannya.Â