Oleh. Muhammad Eko Purwanto
Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, yang berjudul, "Strategi Percepatan Revitalisasi Sekolah ?!" Saya mengemukakan bahwa revitalisasi sekolah, merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi "generasi yang berwarna." Istilah "generasi yang berwarna" ini, muncul dari Ketua YW Al Muhajirien Jakapermai, H. M. Syafi'uddin, B.Comm, S.T., pada sebuat rapat terbatas dengan Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan (PP), Bidang Keekretariatan dan Bidang Pendidikan. Â "Generasi yang berwarna" ini merujuk pada anak-anak dan remaja dengan keberagaman latar belakang, minat, dan karakteristik yang unik.Â
Dalam rangka merevitalisasi sekolah, penting untuk memperhitungkan kebutuhan dan keberagaman ini, agar semua siswa dapat merasa diakui, diterima, dan diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam merevitalisasi sekolah adalah desain fisik sekolah yang inklusif. Hal ini melibatkan pemikiran tentang aksesibilitas bagi siswa dengan kebutuhan khusus, termasuk siswa dengan disabilitas. Rancangan gedung sekolah haruslah mempertimbangkan elemen seperti: ram, lift, dan jalur akses yang mudah digunakan oleh siswa dengan kursi roda atau anak-anak dengan kesulitan mobilitas. Dengan memastikan lingkungan yang dapat diakses oleh semua siswa, gedung sekolah akan menjadi tempat yang inklusif dan menjamin hak-hak pendidikan untuk semua siswa.Â
Selain itu, perlu dipertimbangkan desain interior yang menarik dan memotivasi untuk mengakomodasi generasi yang berwarna. Dalam rekonstruksi dan revitalisasi ruang-ruang kelas dan area belajar lainnya, pemilihan warna-warna yang cerah, dekorasi yang menarik, dan penggunaan teknologi modern, seperti: Digital Smart Classroom, dapat mendorong semangat belajar siswa. Ruang kelas yang interaktif dengan peralatan dan fasilitas modern, seperti: Smartboard (papan tulis digital) dan perangkat lunak pembelajaran kreatif, akan mendorong partisipasi aktif siswa dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Tidak hanya itu, revitalisasi gedung sekolah juga memberikan perhatian khusus pada fasilitas ekstrakurikuler. Anak-anak dan remaja memiliki minat dan bakat yang beragam, mulai dari seni, olahraga, musik, hingga ilmu pengetahuan. Merevitalisasi ruang-ruang yang memadai untuk kegiatan-kegiatan tersebut, merupakan langkah penting untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam aktivitas ekstrakurikuler dan menumbuhkan bakat mereka. Misalnya, menyediakan ruang seni dengan peralatan melukis dan bahan kreatif, atau membangun lapangan olahraga dengan fasilitas yang memadai.
Selain tampilan fisik yang inklusif dan menarik, penting juga untuk mempertimbangkan keberagaman dan inklusi dalam kurikulum dan program pendidikan. Revitalisasi sekolah haruslah dilakukan dalam konteks memberikan fasilitas dan lingkungan yang sesuai dengan pendekatan pendidikan yang inklusif dan memperhatikan keberagaman siswa. Misalnya, menyediakan ruang kelas yang fleksibel untuk mendukung pembelajaran aktif dan kolaboratif, memperhatikan keberagaman budaya dalam konteks penyediaan fasilitas ibadah, serta menyediakan ruang kuliah atau perpustakaan yang dilengkapi dengan teknologi terbaru untuk mendukung pembelajaran online.
Revitalisasi sekolah tidak hanya sekadar mewujudkan bangunan secara fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendorong belajar aktif, serta mengakomodasi keberagaman generasi yang berwarna. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, gedung sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan, inspiratif, dan memberikan kesempatan bagi semua siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi mereka. Oleh karena itu, semua pihak terkait harus bekerja sama dalam merencanakan, mengorganisasi, melaksanaan dan mengawasi proses revitalisasi sekolah dengan visi inklusif dan mempertimbangkan generasi yang berwarna ini.
Generasi Yang Berwarna
Seperti yang sudah diuraikan diatas, bahwa generasi yang berwarna adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan anak-anak dan remaja hari ini, yang memperlihatkan keberagaman dalam latar belakang, minat, dan karakteristik mereka. Mereka adalah generasi yang hidup dalam dunia yang semakin kompleks, penuh variasi, dan saling terhubung secara global. Istilah "generasi yang berwarna" merujuk pada keberagaman yang ada di antara individu-individu muda ini dan pentingnya mengakomodasi serta menghargai keunikan mereka. Karena itu, hakekat dari 'generasi yang berwarna' mencakup aspek-aspek berikut:
- Latar belakang. Generasi yang berwarna dilahirkan dari latar belakang yang beragam, termasuk kebudayaan, etnisitas, agama, dan status sosial. Mereka membawa cerita dan pengalaman yang berbeda, mempertajam perspektif yang beragam, dan memperkaya lingkungan belajar dan hidup mereka.
- Minat dan Bakat. Anak-anak dan remaja yang berwarna juga menunjukkan keberagaman dalam minat dan bakat mereka. Mereka memiliki minat yang unik dalam seni, musik, olahraga, penelitian ilmiah, teknologi, dan berbagai bidang lainnya. Memahami minat dan bakat individual ini adalah penting untuk memotivasi dan mendukung perkembangan pribadi mereka.
- Keunikan Pribadi. Setiap individu dalam generasi yang berwarna memiliki keunikan pribadi mereka sendiri, termasuk kepribadian, gaya belajar, dan karakteristik lainnya. Hal ini memerlukan pendekatan pendidikan yang beragam dan inklusif untuk memastikan semua siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi mereka masing-masing.
- Keterhubungan. Salah satu ciri khas generasi yang berwarna adalah kemampuan mereka dalam terhubung dan berinteraksi dengan dunia secara luas melalui teknologi digital. Mereka mampu memperoleh informasi dengan cepat, mengakses berbagai sumber belajar, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta terlibat dalam komunitas global. Penggunaan teknologi dalam merevitalisasi gedung sekolah haruslah mencerminkan keterampilan dan kebutuhan generasi yang berwarna ini.
Oleh karena itu, upaya merevitalisasi sekolah perlu mempertimbangkan hakekat dari generasi yang berwarna ini. Perlu ada ruang belajar yang inklusif, menstimulasi, dan fleksibel untuk memungkinkan kehidupan yang berwarna ini berkembang dengan baik. Lingkungan belajar harus mampu mengakomodasi keanekaragaman budaya, memperhatikan keberagaman minat dan bakat siswa, serta menghargai keunikan pribadi mereka.
Selain itu, dalam proses revitalisasi gedung sekolah, perlu juga diperhatikan penggunaan teknologi yang sesuai dengan perkembangan generasi yang berwarna tersebut. Infrastruktur teknologi yang memadai dan akses yang terjangkau harus disediakan untuk memungkinkan siswa memanfaatkan potensi digital mereka dalam kegiatan belajar mengajar.
Mengakomodir Sarana Prasarana
YW Al Muhajirien Jakapermai sejak bebrerapa tahun lalu sudah merevitalisasi seluruh sekolahnya, dalam rangka mengakomodir generasi yang berwarna ini, yakni : menciptakan ruang belajar yang kreatif dan interaktif (Digital Smart Classroom). Di era digital ini, siswa cenderung tidak lagi tertarik dengan pembelajaran yang terpaku pada media konvensional. Oleh karena itu, revitalisasi sekolah, khususnya ruang belajar haruslah dirancang dengan konsep yang modern dan menyenangkan. Misalnya, hampir seluruh kelasnya dilengkapi dengan teknologi canggih, seperti: pemutar video, audio, atau Smartboard, untuk lebih meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, penggunaan warna-warna cerah dan interaktif dapat memberikan suasana yang lebih menyenangkan dan membangkitkan semangat para siswa. Warna-warna yang cerah, seperti: kuning, hijau, merah, atau warna pelangi, dapat mempengaruhi mood dan energi siswa sehingga motivasi belajar mereka lebih tinggi. Penempatan tulisan-mutiara inspiratif atau seni mural di dinding juga dapat meningkatkan suasana belajar yang positif dan memberikan inspirasi kepada siswa. Revitalisasi sekolah haruslah mempertimbangkan aspek keindahan visual dan design yang menarik bagi siswa muda yang berwarna.
Selanjutnya, dalam mengakomodasi generasi yang berwarna, juga perlu dipertimbangkan ruang-ruang khusus yang mengakomodasi bakat dan minat mereka. Misalnya, siswa-siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, musik, atau olahraga dapat diberikan ruang khusus seperti: studio seni, ruang musik, ruang fitness, kolam renang atau lapangan olahraga yang memadai. Pembangunan gedung sekolah tidak hanya melulu tentang ruang kelas, tetapi juga berbagai fasilitas yang didesain khusus untuk mengembangkan potensi siswa. Dengan adanya ruang-ruang khusus ini, siswa dapat mengeksplorasi bakat dan minat mereka, serta merasakan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih berwarna.
Penting untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi siswa dengan kebutuhan khusus. Dalam proses revitalisasi sekolah, aksesibilitas dan fasilitas pendukung bagi siswa berkebutuhan khusus, perlu dipertimbangkan secara serius. Ruang kelas yang ramah disabilitas, akses yang mudah untuk kursi roda, dan fasilitas umum yang dapat diakses oleh semua siswa adalah beberapa contoh bagaimana kita dapat mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif dan memperhatikan keberagaman yang dimiliki oleh generasi yang berwarna ?!
Pada akhirnya, dalam rangka mengakomodasi generasi yang berwarna, revitalisasi sekolah akan sangat berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, interaktif, inklusif, dan memadai untuk mengakomodasi kebutuhan serta minat siswa-siswa yang beragam, sehingga kita dapat menciptakan generasi muda yang lebih bersemangat dan memiliki potensi yang lebih besar. Oleh karena itu, YW Al Muhajirien Jakapermai, Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan (PP), dan semua pihak terkait, selalu merencanakan revitalisasi gedung-gedung sekolah dengan memperhatikan keberagaman dan keunikan setiap anak ini. Dengan demikian, gedung sekolah akan lebih dari sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung proses tumbuh kembang generasi yang berwarna ?! Wallahu A'lamu Bishshawwab.
Bekasi, 21 Agustus 2023.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H