Siswa bertepuk tangan. Dimana-mana tampak wajah gembira. Siswa yang tadinya takut atau malu-malu lambat laun sudah mulai bisa beradaptasi. Para orang tua memberikan semangat dengan melambaikan tangan pada anak- anaknya yang berbaris di lapangan.
MPLS di tingkat SD adalah salah satu upaya untuk mewujudkan transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan.Â
Kebijakan yang mendasari Transisi dari PAUD ke SD yang Menyenangkan adalah Merdeka Belajar Episode ke-24 yang menerangkan bahwa ada tiga target capaian sekolah dalam transisi dari PAUD ke SD, yaitu:
1. Â Menghilangkan tes calistung dari proses PPDB pada SD/MI/sederajat. Menghilangkan tes calistung dilakukan karena masih banyak anak yang belum pernah mendapat kesempatan belajar di PAUD.Â
Jika diberikan tes calistung maka anak yang belum pernah mendapatkan  calistung akan mengalami kesulitan.Â
2. Menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama. Anak dan orang tua harus difasilitasi untuk lebih mengenal lingkungan belajarnya agar ke depan anak bisa belajar dengan nyaman.
3. Menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak yaitu mengenal nilai agama dan budi pekerti, Â keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, Â kematangan emosi untuk kegiatan di lingkungan belajar, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar seperti memiliki dasar literasi dan numerasi, Â pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri, dan pemaknaan terhadap belajar yang positif.
Pada poin kedua jelas bahwa MPLS sangat penting untuk menciptakan Transisi yang Menyenangkan dari PAUD ke SD.Â
MPLS bisa memberikan motivasi pada anak agar bersemangat dalam belajar dan mengembangkan diri lebih baik. Karenanya sangat penting untuk mengemas  MPLS dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan namun tetap bermakna.