Wali kelas juga selalu mengingatkan siswa untuk membawa bekal makanan tiap hari karena kantin belum diperbolehkan untuk beroperasi. Bagi siswa yang kehabisan air minum di kelas disediakan galon yang berisi air minum oleh paguyuban.
Kerja sama antara kelas dan paguyuban terus dijalin agar pembelajaran di era pandemi ini bisa berjalan lancar.
Bagaimana dengan proses belajar mengajar? Bagaimanapun juga pembelajaran langsung jauh lebih ideal bagi siswa apalagi di usia SD atau SMP dibandingkan pembelajaran daring.
Dengan PTM langsung, bisa diketahui bagian bagian mana dari materi pembelajaran yang tidak dipahami, dan segera bisa dilakukan perbaikan atau pengulangan.
Di awal PTM 100 persen ini, guru banyak mengulang kembali materi yang belum dipahami selama pembelajaran daring sebelumnya.
Dengan PTM 100 persen, guru lebih bisa mengembangkan pembelajaran dan lebih fokus pada siswa di hadapannya.
Tidak seperti saat PTM 50 persen, di mana konsentrasi pembelajaran terpecah menjadi dua untuk siswa yang di sekolah dan belajar di rumah.Â
Guru jadi bisa mengetahui langsung reaksi dari siswa atas pembelajaran, apakah siswa bisa memahami atau tidak.
Juga dalam pengerjaan dan pengumpulan tugas, siswa lebih termotivasi mengumpulkan tugas secara langsung daripada secara daring.
Dengan kerja sama yang baik antara pengajar, staf sekolah juga wali kelas, selama satu minggu ini kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung lancar. Siswa tampak begitu antusias. Ya, mereka juga merindukan sekolah yang normal dan bisa berinteraksi bersama teman-temannya.