Mungkin tidak banyak yang menyadari, bahwa kita semua mengonsumsi terlalu banyak gula dalam makanan sehari hari.
Kita beli dari minimarket minuman yang mengandung gula. Beli camilan juga mengandung gula dan kita
sudah menjadi kecanduan gula.
Terlalu banyak gula dapat menyebabkan penyakit, obesitas, penyakit jantung dan penyakit lainnya (diabetes tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia), peradangan kronis, penyakit hati berlemak non-alkohol, plak gigi, kerusakan gigi, dan sebagainya.
Bagaimana mencegahnya,
1.Jika kita terbiasa minum teh sebaiknya memilih minuman tanpa pemanis atau kalau terpaksa carilah yang rendah gula
2.Jangan makan makanan yang jelas-jelas tinggi gula-nya seperti kue, roti, kue kering, dan es krim .
Makanan ini umumnya mengandung sekitar sepertiga kandungan gula.
Ini bukanlah pilihan makanan yang baik, harus dicatat kandungan nutrisi pada makanan jenis ini tidak tinggi, lebih banyak merugikan tubuh.
Mengkonsumsi makanan asinan bukan berarti tidak mengandung gula, apalagi “sausnya” yang banyak mengandung gula, seperti salad dressing, saus hot pot, kecap asin, saus barbeque, dsb.
Jangan mencelupkannya ke dalam banyak kecap atau saus sambal, karena masih akan makin banyak gulanya.
Jika kita menginginkan sesuatu yang manis, cobalah buah-buahan. Meskipun buah-buahan sama sekali tidak termasuk dalam rencana pengurangan gula, buah-buahan kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan.
Namun bagi penderita diabetes ada tiga buah buahan yang cepat menaikkan gula darah, yaitu nanas, mangga, dan leci.
3.Jangan makan makanan olahan
seperti abon, daging kering, dan bahan hot pot atau makanan begitu asin atau manis.
Pilihlah makan sayur, buah-buahan, daging tanpa lemak, ikan, dan biji-bijian.
4.Belajar membaca label saat membeli makanan, berapa gram gula yang terkandung dalam setiap 100 gram makanan ini.
Di sarankan agar wanita tidak mengonsumsi gula lebih dari 25 gram per hari dan pria tidak melebihi 35 gram.
Jadi jika sebotol minuman diberi label mengandung 5 gram gula per 100 ml, maka kaleng 500 ml mengandung 25 gram gula pasir
Selain gula, sebaiknya hindari juga pemanis buatan. Pemanis buatan adalah bahan tambahan yang rasanya manis tetapi mengandung sedikit kalori. Walaupun jenis gula tanpa kalori ini kelihatannya enak, namun tidak kondusif untuk mengurangi gula.
Tepung dan nasi putih merupakan makanan olahan yang sudah berbentuk gula sederhana.
Setelah kita memakannya, cepat berubah menjadi gula dan mempengaruhi kadar gula darah.
Telur dadar, telur orak-arik, dan telur rebus dengan buah-buahan serta keju bebas gula adalah lebih baik untuk sarapan dan bertahan hingga makan siang.
5.Tidurlah sebanyak mungkin, semakin lama kita tidur, semakin banyak pula camilan dinetralisir tubuh.
Tentu saja pemerintah harus mewajibkan makanan yang dijual secara komersial dari pabrik harus mencantumkan kadar gula dalam labelnya.
Biasanya ini sudah dicantumkan oleh pabrik,tapi apakah sesuai dengan standar pemerintah dan kesehatan.
Mungkin perlu lagi regulasi jika makanan itu terlalu banyak gula dapat diberi peringatan, bahwa makanan ini mengandung banyak gula .
Tidak baik untuk kesehatan seperti pencantuman pada rokok dalam bentuk yang lebih lunak.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI