Mohon tunggu...
Yosua Aji
Yosua Aji Mohon Tunggu... Penulis - Pendidik yang terus berjuang untuk mencintai baca tulis dan juga senang bermimpi

Menulis bisa menjadi salah satu ramuan mujarab bagi siapapun untuk menyembuhkan diri dari pedihnya hiruk pikuk dunia. Menulis bisa dari apa yang kamu amati, kemudian maknai itu dalam bentuk goresan digital yang kadang tak sempurna.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Meneropong dan Menyikapi Fenomena Jarkoni di Era Digital

13 November 2020   17:32 Diperbarui: 13 November 2020   18:33 243
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sitibalqis.wordpress.com

1. Menerima Kehadirannya.

Alih-alih menghindari, sebaiknya Si Jarkoni ni kita terima kehadirannya sebagai bagian dari masyarakat, karena sampai kapanpun dan dimanapun kita akan bertemu dengan orang tipe semacam ini. Kehadiran Si Jarkoni ini setidaknya bisa menjadi alarm pengingat bagi kita dalam bertindak, bertutur dan berfikir di kemudian hari. Penerimaan juga sejatinya akan mereduksi kebencian yang ada pada diri kita terhadap orang tersebut. 

2. Dengarkan Nasihatnya

Si Jarkoni selalu memiliki segudang nasihat bijak untuk kita simak. Apa yang  diucapkan biasanya adalah sesuatu yang benar, karena ia sangat kaya dalam berteori. Meskipun sangat pedih dan kadang membuat jengkel tetapi cobalah ambil sisi positif dari nasihatnya itu. 

3. Beri Nasihat Balik di Waktu yang Tepat

Terburu-buru merespons apa yang diucap Si Jarkoni adalah hal yang bodoh. Selain kita masih dikuasai oleh emosi, kata-kata yang kita ucapakan justru dapat menjadi bumerang bagi kita. Sebaiknya tunggulah waktu dan kesempatan yang tepat saat hendak memberinya nasihat, tunggulah hingga ia sedang dalam situasi yang sedang memerlukan pertolongan. Tidak perlu tergesa-gesa. 

Beberapa poin di atas rasanya bisa menjadi panduan bagi kita tatkala melihat derasnya fenomena jarkoni pada era digital saat ini. Tidak perlu heran dan kaget dengan kehadiran mereka yang dekat dengan kita. Sikapilah dengan bijaksana setiap informasi yang ada di sekitar kita dan tidak terburu-buru untuk meresponsnya. Pikirkanlah dahulu sebelum berucap. Hidupi dan lakukanlah juga apa yang kamu ucapkan, jangan jadi jarkoni!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun