Di level Asia Tenggara saja, Tim Garuda belum pernah juara Piala AFF (kini ASEAN Championship) bahkan sejak turnamen diluar kalender resmi FIFA ini masih bernama Piala Tiger. Seramnya lagi, Timnas Indonesia masih menjadi tim yang paling sering keok di final (6 kali) sampai diolok-olok sebagai "eternal runner-up", antara lain oleh suporter Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia.
Jadi, narasi "Rindu Juara" adalah satu salah kaprah. Juara di Asia Tenggara saja belum pernah, kok bisa rindu juara? Ini seperti orang yang masih jomblo, tapi sudah hobi berkata "rindu pacar". Aneh sekali.
Memang, bisa melihat Tim Merah Putih juara adalah satu mimpi bersama. Tapi, bukan berarti boleh berekspektasi semau gue, termasuk menggiring opini publik lewat narasi salah kaprah.Â
Bukannya menambah semangat, malah akan jadi beban. Apalagi, kalau salah kaprah ini sampai membawa serta sikap "overproud" dan sombong. Malunya pasti akan berlipat kalau ternyata kalah.
Kalau Timnas Indonesia sudah sehebat Brasil, Argentina, Prancis atau Jerman, narasi "Rindu Juara" mungkin bisa dipahami. Tapi, karena jalan ke sana masih sangat panjang, menjadi sadar diri bukan sesuatu yang memalukan.
Malah, akan lebih memalukan kalau sudah sombong, tapi tak sadar diri, apalagi mau berbenah setelah kalah. Bukannya maju, yang ada semakin di belakang.Â
Kalau sudah begitu hal receh yang sebenarnya bukan prestasi pun bisa dirayakan berlebihan, saking tak adanya hal yang bisa dibanggakan. Sebuah fenomena miris, yang entah kapan bisa diputus.Â
Maka, ketika PSSI lebih realistis dan setidaknya sedikit lebih waras di era Erick Thohir, ini adalah satu momen bagus untuk bisa lebih sadar dan mengenali diri  secara lebih baik. Ini penting, karena jika bisa sadar dan mengenali diri dengan baik, lawan akan lebih bisa dihadapi dengan baik, karena sudah disadari dan dikenal dengan baik.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI