Mohon tunggu...
Yosh Widyawan
Yosh Widyawan Mohon Tunggu... Guru - 🇮🇩

☕ Sekedar penikmat rasa, kata dan makna📝

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Pernikahan Itu Menempuh Hidup Baru

14 Agustus 2022   12:17 Diperbarui: 14 Agustus 2022   12:28 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Salah satu pilihan hidup seseorang adalah menikah atau hidup berkeluarga. Meskipun terkadang ada pilihan hidup lain dengan alasannya masing-masing, seperti seorang pertapa, biarawan-biarawati, para biksu dan lainnya. Dan semua pilihan hidup itu memiliki konsekuensinya masing-masing.

Seringkali orang tidak mudah memahami pilihan hidup orang lain. Misalnya untuk memahami kehidupan seorang pertapa, orang awam mungkin akan mempertanyakan bagaimana itu bisa. Bagaimana menjalani hidup dalam kesendirian, apakah tidak merasakan kesepian, dsbnya. Yang menjalani pilihan itu yang lebih mengerti apa saja yang berharga dalam hidupnya.

Namun jika dibalik, "apakah hidup berkeluarga itu tidak memiliki resiko? ". Ungkapan pertanyaan ini mungkin bisa menjadi sebuah renungan. Menjalani pilihan hidup apa pun perlu persiapan yang matang.

Yang sering terjadi, jika dua orang sudah saling jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Kadang lupa akan pentingnya nasihat-nasihat orang tua. Merasa segala yang akan datang mudah dihadapi berdua dengan bermodalkan cinta.

Sebenarnya ketika akan memasuki jenjang pernikahan perlu memahami dan mempersiapkan hal-hal terkait dunia hidup berkeluarga. Pentingnya memahami aturan agama tentang pernikahan agar menjadi berkah. Memahami manajemen ekonomi keluarga, yang didalamnya ada pengaturan keuangan, apa saja yang mendukung perekonomian keluarga. Kesehatan keluarga, termasuk tentang reproduksi, kesehatan anggota keluarga perlu diketahui. Dan dapat juga belajar lika-liku hidup berkeluarga dari keluarga-keluarga yang sudah berpengalaman menjalani bahtera keluarga.

Melihat perubahan jaman dengan begitu banyak godaannya, menjadi tantangan khusus bagi hidup perkawinan. Sudah umum diketahui dari berbagai pemberitaan di media berbagai kisah perceraian. Semua terjadi dengan aneka persoalan yang menyebabkan kehancuran sebuah perkawinan. Dan yang paling sering menjadi korban adalah anak-anak.

Dalam agama apa pun sebuah pernikahan adalah pilihan hidup yang sakral. Dua orang yaitu laki-laki dan perempuan dipersatukan dengan ikatan suci dan bersama mengucapkan janji dihadapan Tuhan Yang Maha Mempersatukan. Dan menjadi keharusan bagi dua orang itu untuk menepati janjinya di hadapan Tuhan.

Perjanjian Pranikah muncul karena berbagai persoalan. Diantaranya berbagai kasus perceraian, muncul permasalahan yang sulit dipecahkan dan berkepanjangan. Masing-masing pihak yang bercerai saling menuntut haknya.

Jika dihadapkan pada pertanyaaan apakah penting membuat perjanjian pranikah, mungkin bisa direnungkan kembali dua hal dibawah ini.

Jika masih khawatir, tak ada salahnya

Kita tak pernah bisa tahu kehidupan yang akan datang, apa saja bisa terjadi. Perjanjian pranikah menjadi cara untuk berjaga-jaga mengahdapi kemungkinan yang terjadi kelak. Jika nantinya terpaksa ada perceraian, sudah tidak pusing lagi dengan adanya perebutan hak milik.

Di sisi lain ada positifnya juga, masing-masing tidak mudah semena-mena terhadap yang lain. Pasangan seperti memiliki "power" dan tak boleh diremehkan. Agar selalu tercipta keharmonisan, diupayakan saling menghormati dan menyayangi satu sama lain.

Dan biasanya hak-hak yang disepakati bersama untuk dimasukkan dalam bagian perjanjian pranikah adalah hasil kerja keras sebelumnya dari masing-masing pasangan. Disini dapat mendorong rasa saling menghargai antar pasangan.

Jika yakin, kenapa harus?

Lain lagi jika kedua pasangan sudah sama-sama yakin, mungkin tidak perlu adanya perjanjian pranikah. Meski sama-sama tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi sama-sama berpasrah dalam keyakinan bersama.

Ini bisa disepakati bersama mungkin karena niat dan harapan yang kuat untuk bersama sehidup semati. Hal positif dari pilihan ini adalah saling mempercayai dan member kepercayaan satu sama lain antar pasangan. Selalu berusaha bagaimana caranya mempertahankan keutuhan rumah tangga selama-lamanya.

Kedua pilihan di atas tergantung pandangan masing-masing dan semuanya baik. Itu semua sebuah pembelajaran bahwa pernikahan sebenarnya memang bukan main-main dan pertanggung jawabanya dunia akhirat.

Menikah itu meninggalkan kehidupan lama dan mulai menempuh hidup yang baru. Yang tadinya seringkali untuk kepentingan sendiri, berubah menjadi kepentingan bersama. Ada saling berbagi di dalamnya. Semoga semua keluarga berbahagia!

YW, 14 Agustus 2022

Referensi artikel lain seputar hidup berkeluarga (silakan klik link di bawah ini):

1.Terhimpit dalam Kehangatan Keluarga 
2. 
Tak Hanya Cari Jodoh, Persiapan Itu Penting 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun