Nilai Investasi Besar, Keunggulan Pun Besar
Telkom 3S bernilai investasi tak kurang dari $ 215 juta (sumber: http://www.telkom.co.id/). Keunggulan satelit ke-18 dari Indonesia itu pun tak kalah dengan besarnya nilai investasi. Antara lain: menghasilkan kualitas komunikasi yang lebih baik, mendukung siaran media televisi berkualitas tinggi, meningkatkan kualitas layanan komunikasi seluler dan broadband internet.
“Sinyal Kuat” Untuk Industri Kreatif dan Edukasi Daerah 3T
Dengan adanya satelit Telkom 3S dan akses komunikasi kuat, akan memberi harapan baru bagi para pelaku industri kreatif, khususnya daerah 3T. Pun begitu dengan masyarakat yang berperan sebagai konsumen, yang nantinya dapat dengan leluasa “online” mencari berbagai produk industri kreatif yang Mereka butuhkan. Tak ada lagi istilah harus ke Kota dulu baru bisa Online.
Kehadiran Telkom 3S ini dapat mendukung program Kementerian Desa yang sedang ingin mengangkat dan mempromosikan potensi ekonomi pedesaan, termasuk daerah 3T. Juga membantu Badan Ekonomi Kreatif dalam menguatkan berbagai industri di semua subsektor. Selain itu, juga memungkinkan pihak-pihak tersebut, termasuk Telkom, untuk berkolaborasi menguatkan industri kreatif di Indonesia. Demi kesejahteraan ekonomi Nasional.
Berbicara mengenai jaringan komunikasi dan interaksi, tentu tak melulu soal pemasaran industri kreatif. Bidang yang juga vital dan sangat membutuhkan jaringan komunikasi adalah pendidikan. Teknologi dan media pendidikan sudah sejak lama memanfaatkan teknologi informasi, mulai dari input (penerimaan peserta didik baru, Proses (kegiatan belajar-mengajar) hingga evaluasi proses pendidikan.
Diantara ketiga fase itu (input-proses-evaluasi hasil), yang paling dominan membutuhkan teknologi informasi adalah proses. Guru atau tenaga pendidik tak lagi menjadi sumber utama materi belajar seperti zaman dulu. Peserta didik dapat dengan leluasa dan luas mencari materi pelajaran yang relevan dengan kebutuhannya. Kapan pun dan di mana pun.
Saya merasakan kesedihan mendalam, saat mendapat tugas monitoring sekolah di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat pada akhir tahun 2015 lalu. Di beberapa sekolah yang saya kunjungi, laboratorium komputernya tidak dapat mengakses internet. Bahkan ada yang tak memiliki laboratorium komputer dan jaringan internet. Karena daerah tersebut jauh dari jangkauan sarana jaringan telepon, yang biasanya diandalkan untuk internet. Jaringan seluler pun tak bisa diandalkan. Semoga, dengan hadirnya satelit Telkom 3S yang dapat melayani akses internet seluruh wilayah Indonesia, mampu menjawab masalah pemerataan layanan teknologi pendidikan ini. Semoga.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H