Kedua album tersebut sejatinya juga memiliki original song yang tidak disadur dari lagu natal lawas. Murni lagu baru yang mereka tulis dan produksi sendiri.
Jika All I Want For Christmas Is You yang ditulis Mariah Carey untuk mantan suaminya, Tommy Mottola, berisikan harapan natal untuk bersama pasangan, maka Cold December Night yang juga ditulis Buble memiliki tema jatuh cinta yang manis dan menyentuh.Â
Kedua lagu yang ditulis dari hati tersebut, tentu saja menjadi sesuatu yang personal yang membuat warna tersendiri bagi keseluruhan album.
3. Pilihan Lagu yang Tak Lekang Oleh Waktu
Untuk lagu klasiknya harus diakui pemilihannya memang tepat dan terasa tak lekang oleh waktu. O Holy Night, Hark The Herald Angels Sing yang dilanjutkan dengan Gloria in Excelsis Deo serta Joy to The World pada album Merry Christmas jelas menjadi pilihan tepat yang menemani original songs milik Mariah Carey tersebut.
Beruntung, semua lagu tersebut juga diaransemen dengan tema soul, gospel dan RnB yang kental dan tidak membosankan, dengan memaksimalkan kemampuan vokal Mariah Carey yang luar biasa. Sehingga ketika didengarkan sampai hari inipun lagu-lagu tersebut terasa tak lekang oleh waktu.
Begitupun dengan Michael Buble yang memaksimalkan lagu-lagu klasik seperti Silent Night, White Christmas dan Have Yourself a Merry Little Christmas menjadi sebuah lagu yang terdengar megah dan hangat.
Itu berkat kombinasi apik aransemen musiknya yang grande dan suara vokalnya yang khas. Rasanya tak pernah membosankan mendengarkan lagu-lagu yang dikemas dengan hangat tersebut.
Apalagi jika kemudian didukung oleh cuaca dingin di malam natal yang mungkin sedikit disertai hujan tipis.Â
Maka mendengarkan album natal Buble bersama pasangan sambil menyesap teh hangat atau mungkin ketika makan malam, tentu menjadi pilihan yang cukup tepat.