Gunung Ungaran merupakan sebuah gunung berapi strato yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung ini menjulang setinggi 2.050 meter di atas permukaan laut, hanya  sekitar satu jam dari kota Semarang.Â
Gunung Ungaran menawarkan panorama alam yang sangat indah dari atas. Meski tidak ada catatan khusus  aktivitas vulkanik di gunung ini, namun terdapat sumber  air panas di kaki gunung yang menandakan adanya aktivitas panas bumi  bawah tanah. Lokasi pemandian air panas berada di Candi Gedong Songo dan Gonoharjo, Limbangan, Kendal.
Saat ini, Gunung Ungaran tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, melakukan pendakian di Gunung Ungaran dianggap aman. Jalur pendakian ke gunung ini relatif singkat dan cocok untuk pendaki pemula.Â
Mayoritas jalur pendakian di Gunung Ungaran terdiri dari trek yang mudah dan memerlukan waktu perjalanan sekitar 3-5 jam saja. Dengan pertimbangan ini, Gunung Ungaran menjadi destinasi populer bagi para pendaki pemula yang ingin mencoba kegiatan mendaki gunung.Â
Dalam waktu hanya 2 hari 1 malam, para pendaki pemula dapat merasakan keseruan berkemah dan mendaki gunung. Gunung Ungaran memiliki tiga puncak yang berbeda, yakni Puncak Ungaran/Banteng Raiders, Puncak Botak, dan Puncak Bondolan.Â
Dari ketiga puncak ini, kamu akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa, termasuk lembah hijau, perbukitan, dan pemandangan samudra di atas awan yang memukau.Â
Namun Secara resmi, hanya ada 2 jalur pendakian resmi Gunung Ungaran, yaitu:
Jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar
Jalur pendakian Gunung Ungaran via Parantunan
Gunung Ungaran via Mawar
Jalur ini juga kerap dilalui para pendaki pemula atau yang baru menggeluti hobi mendaki gunung. Hal itu dikarenakan jalur ini terbilang cukup aman dan terawat serta memiliki sumber air yang melimpah.Â
Namun dengan demikian Dilarang melakukan pendakian sendirian / solo hiking Pendaki pun bisa menggunakan kendaraan dan parkir di Basecamp Mawar yang terletak di Dusun Kluwih, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Selama perjalanan, pendaki juga akan melewati hutan pinus, hutan campuran, sungai kecil, dan lain-lain.Â
Estimasi Pendakian Gunung Ungaran via Mawar
Setelah meninggalkan basecamp, Anda akan mencapai pertigaan pertama di jalur pendakian. Saat memilih jalur, yang ke kiri adalah rute baru yang menuju puncak, sementara jalur ke kanan adalah rute lama yang saat ini digunakan untuk mencapai Bukit Tandem Paralayang Ungaran.Â
Disarankan untuk mengambil jalur kiri dan mengikuti rute pendakian baru ini. Setelah memasuki jalur baru, Anda akan menghadapi sedikit tanjakan, tetapi setelahnya, trek pendakian akan relatif datar hingga mencapai pos 1. Pos 1 merupakan titik pertemuan antara jalur lama dan jalur baru, dan disana terdapat sebuah shelter berupa gubuk kecil yang beratap seng.
Dari pos 1 ke pos 2, perjalanan Anda akan membawa Anda melewati tepian jurang yang menawarkan pemandangan yang indah. Medan pendakian pada tahap ini terdiri dari tanah yang berkerikil.Â
Jalur pendakian cenderung terbuka, dan treknya relatif datar. Kemudian, Anda akan melewati sebuah sungai kecil. Setelah melintasi sungai kecil tersebut, perjalanan akan naik lagi menuju pos 2.
Pos 2 adalah titik persimpangan yang mengarah ke jalur lama dan jalur baru. Jika Anda memilih untuk terus lurus, Anda akan mengikuti jalur lama yang melalui perkebunan teh Promasan. Namun, jika Anda berbelok ke kiri ke atas, Anda akan mengikuti jalur baru yang menuju langsung ke puncak. Di pos 2, Anda akan menemukan sebuah shelter kecil dengan atap seng yang cukup nyaman untuk beristirahat atau berteduh.
Setelah melewati pos 2, trek pendakian cenderung naik dan didominasi oleh jalan tanah berbatu. Pemandangan sekitar Anda adalah hutan yang lebat, dan trek ini jarang menawarkan bagian datar. Di jalur ini, Anda akan terus naik, naik, dan terus naik hingga mencapai pos 3.
Dari pos 3, perjalanan Anda akan terus naik dan membawa Anda lebih dalam ke dalam hutan. Setelah menanjak tanpa henti selama sekitar 150 meter, Anda akan menemukan trek yang relatif datar hingga mencapai pos 4.Â
Pos 4 merupakan titik pertemuan antara jalur pendakian Gunung Ungaran melalui Mawar dan Promasan. Tak terpikir jika nantinya Anda akan berpapasan dengan pendaki dari jalur lain setelah melewati pos 4. Sebaiknya, luangkan waktu sejenak untuk istirahat di shelter pos 4, karena medan selanjutnya akan menjadi lebih sulit dan menguras tenaga.
Dari pos 4, medan pendakian semakin menantang. Jalur ini didominasi oleh batuan besar dan cenderung terus menanjak hingga mencapai puncak Gunung Ungaran.Â
Semakin Anda mendaki ke atas, trek pendakian akan semakin terbuka. Di beberapa titik, Anda akan menemui tebing batu yang menawarkan pemandangan yang indah.Â
Setelah melewati tebing ini, Anda akan menemukan sebuah sabana kecil sebelum mencapai puncak. Area ini sering digunakan oleh para pendaki untuk berkemah.Â
Meskipun tidak terlalu luas, area ini dapat menampung sekitar 15 tenda. Setelah melewati sabana kecil ini, jalur terus menanjak hingga mencapai puncak Gunung Ungaran.
Rute Transportasi Umum
Dari Luar Semarang bisa menggunakan Kereta dan Bus dengan tujuan Stasiun Tawang dan Terminal Terboyo / Terminal Sukun
Dari Stasiun Tawang bisa menggunakan Trans Jateng tujuan Terminal Bawen dan turun di Halte Pasar Babadan atau Rumah Sakit Ken Saras dengan tarif Rp 4000 dan melanjutkan perjalanan menggunakan Angkutan (Elf) tujuan Pasar Jimbaran dengan tarif Rp 15.000 - 20.000 kemudian menggunakan Ojek untuk sampai di Basecamp.
Dari Terminal Terboyo bisa menggunakan Trans Semarang dan transit di Halte Balaikota menggunakan Trans Jateng.
Dengan segala keindahan dan keamanan yang ditawarkan oleh Gunung Ungaran, rute pendakiannya adalah pilihan yang sempurna bagi para pendaki pemula yang ingin menjelajahi keindahan alam Indonesia.Â
Jangan ragu untuk merencanakan petualangan mendaki ke Gunung Ungaran dan nikmati pengalaman yang tak terlupakan di atas puncak-puncaknya yang menakjubkan. Selamat mendaki!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI