Mohon tunggu...
Rahmat Hidayat
Rahmat Hidayat Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Penjaga Toko | Toko Rahmat Mandiri | Membaca | Menulis | Puisi | Sosial Budaya | Diari | Jeneponto | Sulawesi Selatan | Email : rahmatcembo@gmail.com | Blog : lentera-turatea.blogspot.com |

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Transformasi Bendi, Transportasi Tradisional yang Hampir Punah

20 Januari 2025   17:30 Diperbarui: 20 Januari 2025   17:30 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Angkot atau pete-pete, becak dan sejenisnya adalah kendaraan yang pertama kali menggerus eksistensi bendi. Di kota Makassar, penggunaan bendi sebagai kendaraan wisata atau hiburan belum pernah saya temui, padahal bendi bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus pelestarian budaya.

Perubahan pola penggunaan transportasi publik tentunya terus mengikuti perkembangan zaman. Bendi adalah catatan transportasi masala lalu, sama dengan angkot atau pete-pete yang juga mulai terancam keberadaanya.

Namun perkembangan transportasi yang kian meningkat saat ini membawa ancaman akan kerusakan lingkungan. Polusi dan sumber bahan bakar yang terbatas untuk kendaraan bermotor menjadi ancaman pencemaran udara dan kerusakan sumber daya alam.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun