Keesokan harinya Misel bangun lebih awal. Hasrat amarahnya menggebuh-gebuh untuk menghina perempuan juru masak itu. Pagi itu ia menunggu lebih awal dari balik jendela dapur. Tatkala perempuan itu datang, kemarahannya lenyap seketika. Yang muncul hanyalah hasrat seksual yang kian memuncak. Ia tidak bisa marah.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!