Gula Darah  Anda Tinggi? Jangan Berkecil Hati
Sehat adalah dambaan setiap manusia. Sehat merupakan rejeki tak terhingga dibandingkan dengan harta kekayaan yang dimiliki.Â
Oleh karena itu bersyukurlah kala diri kita sehat dengan selalu ingat pada sang Pencipta. Rasa bersyukur bisa diwujudkan dengan ibadah yang lebih tekun.
Biasanya orang sehat jarang sekali ke puskesmas atau ke dokter untuk periksa kesehatan. Kebanyakan kalau ada keluhan baru periksa kesehatan. Jarang sekali periksa kesehatan kala sehat. Benarkah cara ini?
Seperti yang penulis rasakan saat ini. Sebaiknya jangan ditiru karena saya baru periksa kesehatan setelah sekian lama tidak peduli dengan tubuh.Â
Sesaat saya sedikit kaget ketika gula darah melebihi batas normal. Segera saya membuka-buka di berbagai artikel tentang gula darah dan cara pengobatannya.Â
Saya pun merasa tidak berkecil hati. Yang utama tetap berusaha mencari cara pengobatannya baik lewat dokter atau memilih pola makan baru dan sehat. Ini sebuah pilihan.
Sambil menunggu waktu untuk periksa ke dokter, saya mulai menerapkan yang telah saya baca dari berbagai sumber.
Pertama, tidak minum yang manis. Beberapa hari ini saya stop minum manis dan beralih total minum air putih. Saya sediakan botol khusus seperti ini.Â
Dengan demikian kita tahu seberapa gelas air putih yang kita konsumsi. Kalau kemarin gelas biasa yang saya beri air hangat, saat ini saya menyediakan botol besar yang berisi dua liter air putih. Saya berusaha menghabiskan dalam waktu sehari.
Kedua, porsi makan dikurangi. Porsi makan nasi saat ini saya kurangi. Nasi pun saya ganti dengan beras merah bercampur dengan beras putih.Â
Alhamdulillah suami langsung membelikan beras merah. Selain itu sesekali saya menggantikan nasi dengan nasi jagung yang saya beli di pasar.
Ketiga, banyak makan sayur dan buah. Sebelum makan saya makan buah atau sayuran dulu. Selanjutnya takaran sayur lebih banyak dari nasi. Itu sudah saya praktikkan beberapa hari ini.
Keempat, tidak ngemil. Ini yang kadang sulit dihindari. Biasanya sambil nulis atau ngobrol tak lepas dari cemilan yang kadang banyak yang manis. Sekarang benar-benar saya kurangi. Jika pengen ya ambil satu saja.
Kelima, tidak makan malam. Ini yang benar-benar harus dihindari. Alhamdulillah beberapa hari ini saya sudah tidak makan malam. Sebelum magrib jika ingin makan ya silakan asal porsinya sedikit. Kita utamakan sayuran.
Keenam, olahraga. Beberapa hari ini saya usahakan berolahraga. Olahraga yang murah meriah dan mudah ya jalan pagi. Setiap dua hari sekali saya jalan pagi menyusuri rel kereta api. Hampir satu jam kami berjalan kaki sambil menikmati pemandangan indah gunung dan persawahan.
Ketujuh, tenangkan pikiran. Ini juga merupakan salah satu usaha untuk mengurangi gula darah. Pikiran berat menjadikan gula darah tinggi.Â
Saya pun berusaha menetralkan pikiran. Manusia memang tidak lepas dari permasalahan. Oleh karena itu kita tata hati kita dengan selalu berserah pada Allah Sang Pencipta. Kita perbanyak berdoa, bersujud kepada Allah.
Usai saya menerapkan hal tersebut, saya pun tes lagi gula darah. Alhamdulillah gula darah turun sudah di bawah 200. Untuk sementara saya berusaha menerapkan pola makan sehat dengan cara di atas.
Berdasarkan selebaran yang diberikan klinik saat saya tes gula, cara mengurangi gula secara herbal adalah, yang harus dibatasi, makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, ubi, singkong, roti, mie, kentang, jagung, serta makanan yang diolah dari tepung-tepungan.
Sedangkan yang harus dihindari adalah gula murni yaitu gula pasir dan gula Jawa. Makanan dan minuman yang terbuat dari gula murni seperti abon, dendeng, sarden, manisan, dodol, cake, tart, sirup, jelly, susu kental manis, coklat, minuman ringan ( soft drink), es krim.
Itulah sedikit pengalaman yang telah saya alami. Semoga bermanfaat.
Ambarawa, 28 September 2022
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI