Mohon tunggu...
Syarifah Lestari
Syarifah Lestari Mohon Tunggu... Freelancer - www.iluvtari.com

iluvtari.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

"Jangan Panik" di Tengah Wabah yang Kebablasan

8 April 2020   21:22 Diperbarui: 8 April 2020   21:30 29
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Pengumuman ... " dari pengeras suara masjid.

"Sst!" suamiku dan Mamak mengingatkan anak-anak agar diam.

"Assalamu'alaykum ... diberitahukan kepada masyarakat perumahan &$*$*(#$)@ bahwa nanti malam kita akan melaksanakan Nifsu Sya'ban ... "

Mamak terlongo. Aku dan suami sudah merasa tak aneh lagi. Setiap pekan, di dua masjid terdekat memang masih menyelenggarakan salat Jumat. Khutbah seperti biasa, layaknya tak terjadi apa-apa. Ramai tidaknya, entahlah.

"Ayo ramaikan masjid! Kita lawan ketakutan yang tidak perlu!" seruan itu diulang-ulang.

Inikah efek imbauan jangan panik? Kurasa tidak. Setiap dikatakan jangan panik, tentu awal atau ujungnya disandingkan dengan kalimat "tetap waspada". Ini sih benar-benar santuy!

Pekan lalu aku masih diundang sedekah rumah oleh tetangga. Aku tak datang, terserahlah mau dibilang sombong atau apa. Kusampaikan bahwa di rumahku ada lansia dan anak-anak. Aku dan suami pun bukan manusia kebal.

Tak habis pikir memang dengan tingkah manusia. Di hari yang sama, pagi tadi. Kubuka browser, dan Chrome menyambutku dengan berita lokal terbaru. Pasien Covid-19 yang belum sembuh nekat pulang ke rumah!

Alasan rumah sakit memberi izin, pasien pulang atas permintaan keluarga, dan pihak keluarga berjanji akan isolasi mandiri di rumah. Padahal dalam dua kali uji swab, pasien masih dinyatakan positif. Hasil uji swab ketiga masih belum keluar.

Bersyukur oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, pasien tersebut segera dijemput kembali. Tapi ya menjelang sampai ke rumah sakit lagi, sudah interaksi dengan berapa orang dia?

Sepertinya sifat overconfident adalah milik kebanyakan manusia Indonesia. Masih ingat kan, joke para pembesar negeri ini saat Corona masih di Tiongkok sana?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun