Saya memilih berangkat pagi karena kereta KAI Commuter akan penuh sesak penumpang pada jam kerja. Semua penumpang dari daerah BSD, Serpong, Cisauk bekerja pada jam yang sama, gerbong penuh dengan penumpang.
Strategi saya agar bisa akses masuk ke gerbong khusus penumpang Perempuan, saya harus berjalan hingga ujung peron 2 . Saat kereta api berhenti, gerbong Perempuan persis berada di tempat saya berdiri. Jadi saya masih punya kesempatan untuk naik ke gerbong tanpa takut berdesakan karena semua penumpangnya Perempuan.
Waktu tempuh dari stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Tanah Abang hanya sekitar 20-25 menit saja. Sesampai di Stasiun Tanah Abang, saya harus transit ke peron untuk menuju ke Manggarai lewat Sudirman. Waktu transit hingga sampai di Stasiun Sudirman sekitar 20 menit. Jadi waktu tempuh perjalanan dengan KAI Commuter dari rumah ke tempat kerja sekitar 50-55 menit saja.
Sementara jika saya naik mobil pribadi sendiri, waktunya bisa 2 jam dan capeknya luar biasa karena simpul-simpul kemacetan ada dimana-mana. Saya tak mau lagi risiko stres  dan masuk rumah sakit lagi.
Untuk pulangnya dari kantor ke rumah, saya selalu mengambil waktu agak malam sekitar 18.00 atau 18.30 dimana kepadatan penumpang di gerbong sudah sedikit berkurang.
Integrasi KAI commuter dengan moda transportasi lain
Setelah pensiun pun saya lebih menyukai naik KAI Commuter apabila lokasi tujuan saya dapat terjangkau dengan KAI Commuter dan ada integrasi dengan transportasi lainnya.
Sebagai contoh misalnya saya akan ke Perpustakaan Nasional bersama acara Kompasiana, saya naik KAI commuter dari Stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Tanah Abang.