Perhatikan perubahan sikapÂ
Sebagai orang tua harus memperhatikan sikap anak yang tak pernah bersosialisasi, bahkan cenderung  menyendiri.
Pendekatannya tentu dengan cara yang humanis. Â Menanyakan apa yang sedang dihadapi? Apakah kita bisa membantunya?Â
Persuasif agar anak bisa membuka diri , apa yang ada dalam pikiran, perasaannya. Tidak mudah menggali anak yang sedang "insecure". Â Tetapi cara-cara kita yang sangat bijak, maka akan terbukalah pikiran dan perasaannya untuk berceritera.Â
Seorang psikolog mengatakan bahwa di ruang tempat konsultasinya, ada banyak keluhan anak yang merasa "insecure" karena ada penolakan yang dilakukan orang tuanya sendiri. Apa bentuknya? Â Anak sering cemas karena adanya potensi penolakan, sekaligus sering tidak diterima oleh orang tua karena orang tua hanya menerimanya secara bersyarat yakni jika ia memenuhi konsep ideal orang tua (pintar , berprestasi, karir gemilang, memilih mina sesuai dengan keinginan orang tua). Â Padahal kebagiaan anak seharusnya jadi kebahagiaan orang tua , bukan?
Jangan sampai kita membiarkan anak terpapar radikalisme tanpa orang tua mengetahuinya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI