Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis - Ex Banker

Blogger, Lifestyle Blogger https://www.inatanaya.com/

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Peran Aktif Orangtua Sebelum Anaknya Jadi Teroris

3 April 2021   16:33 Diperbarui: 4 April 2021   11:23 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Perhatikan perubahan sikap 

Sebagai orang tua harus memperhatikan sikap anak yang tak pernah bersosialisasi, bahkan cenderung  menyendiri.

Pendekatannya tentu dengan cara yang humanis.  Menanyakan apa yang sedang dihadapi? Apakah kita bisa membantunya? 

Persuasif agar anak bisa membuka diri , apa yang ada dalam pikiran, perasaannya. Tidak mudah menggali anak yang sedang "insecure".  Tetapi cara-cara kita yang sangat bijak, maka akan terbukalah pikiran dan perasaannya untuk berceritera. 

Seorang psikolog mengatakan bahwa di ruang tempat konsultasinya, ada banyak keluhan anak yang merasa "insecure" karena ada penolakan yang dilakukan orang tuanya sendiri. Apa bentuknya?   Anak sering cemas karena adanya potensi penolakan, sekaligus sering tidak diterima oleh orang tua karena orang tua hanya menerimanya secara bersyarat yakni jika ia memenuhi konsep ideal orang tua (pintar , berprestasi, karir gemilang, memilih mina sesuai dengan keinginan orang tua).  Padahal kebagiaan anak seharusnya jadi kebahagiaan orang tua , bukan?

Jangan sampai kita membiarkan anak terpapar radikalisme tanpa orang tua mengetahuinya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun