Dan dalam bahasa ini termasuk dalam heurmenetika. Ilmu yang menerjemahkan teks dan tanda sebagai teks.Â
Jadi arkeologi mengadopsi metodologi bahasa atau linguistik untuk menerjemahkan atau bahasa benda.Â
Artefak atau budaya benda itu bisu, tapi jujur mengatakan siapa dirinya. Begitulah keyakinan arkeologi dalam memahami bahasa benda.Â
Jadi biar lebih jelas, semiotika itu ilmu yang mempelajari tentang tanda dan simbol, maka heurmenetika itu metode untuk menerjemahkan teks dan tanda sebagai teks.Â
Baik, saya tidak akan berpanjang lebar soal teori-teori heurmenetika dan semiotika. Yang ingin saya ulas kali ini adalah tentang interpretasi terhadap baliho politisi dalam kacamata budaya benda.Â
Sekali lagi di dalam baliho itu ada benda dan juga ada teks. Keduanya bisa diterjemahkan dalam satu kategori yang sama, bahasa benda.Â
Dalam arkeologi semiotika, benda itu bisa diterjemahkan sebagai teks yang bisa kita baca, kita terjemahkan.Â
Jadi baliho politisi itu bisa disebut bahasa benda, yang bisa kita terjemahkan atau kita tafsirkan (interpretasi).Â
Baliho politisi, dalam kacamata arkeologi itu kita kategorikan sebagai benda atau artefak yang memiliki style atau gaya. Gaya atau style dari artefak inilah yang menjadi syarat arkeologi semiotika dapat bekerja.Â
Masih rumit ya? Saya coba sederhanakan saja, begini. Baliho politisi itu artefak, budaya benda. Dalam kajian semiotika, benda itu bisa diterjemahkan sebagai teks yang kita baca dan kita terjemahkan.Â
Ada tanda dan makna di baliho yang bisa kita baca dan kita terjemahkan. Apa yang ditandai dari sebuah baliho politisi?Â