
Memang perlu dibuat kawasan khusus untuk di Pulau Nias, mewakili saujana budaya pada masa kehidupan megalitik. Jadi tidak bercampur antara obyek dan lingkungan megalitik dengan pemukiman-pemukiman warga yang sudah terlihat modern.Â

Maksud saya, perlu dipertimbangkan, jika ingin menjadikan saujana budaya di Pulau Banda, yakni bentang budaya Kota Kolonial Banda Naira, perhatian pengelolaan dan pembangunan seluruhnya difokuskan untuk Banda Naira, secara bertahap dan terfokus.Â
Tidak bangun di sana, bangun di sini, sedikit-sedikit namun hasilnya tidak begitu tampak dan durasi waktu yang seakan berjalan pelan.Â
Demikian juga potensi saujana budaya di wilayah lain. Artinya memang dibutuhkan skala prioritas. Pemerintahlah yang menyusun renstra dan skala prioritas dalam membuat program pengelolaan warisan budaya.
Namun intinya, berbagai warisan budaya dalam bentang alam yang potensial sebagai saujana budaya perlu mendapat perhatian serius dan fokus dalam pelaksanaan pembangunannya.Â
Salam Budaya...salam lestari
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI