Dilema Kaum Nahdliyin Dalam Pemilu 2024.
Oleh : Wima Harsono
Seperti diketahui tanggal 14 Februari bangsa Indonesia akan mengadakan perhelatan akbar yaitu pemilihan umum atau pemilu 2024.
Ini adalah momen yang paling ditunggu oleh bangsa Indonesia karena akan ada pemilihan presiden dan wakil presiden baru.Â
Indonesia adalah  negara dengan mayoritas penduduk beragama islam,  juga merupakan komunitas muslim terbesar di dunia.
Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, dimana dalam penentuan pemilihan pemimpinnya, akan dilakukan secara demokratis, yaitu dengan pemilihan langsung, artinya yang akan terpilih menjadi pemimpin adalah yang memperoleh mayoritas perolehan suara pemilih.Â
Nahdatul Ulama atau NU, merupakan organisasi massa  muslim yang terbesar di Indonesia. Kalau mengacu pada konsep demokrasi, akan sangat mudah menentukan pemimpin atau presiden Indonesia, jika didukung oleh NU, karena NU adalah mayoritas.Â
Namun NU sendiri memberikan kebebasan pada anggota nya untuk menentukan pilihannya, dan ini sesuai konsep NU secara organisasi yang tidak akan mendukung pada satu pasangan tertentu.Â
Artinya NU diluar dari kepentingan partai tertentu, atau NU sendiri bukan bagian dari partai tertentu. Setiap anggota NU diberikan kebebasan dalam menentukan pilihannya, dan ini dijamin dalam undang-undang.Â
Kalau kita cermati, ada hal yang sangat menarik dalam konsep ini. Apa itu?Â