Mohon tunggu...
MWildanul Aula
MWildanul Aula Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya suka tidur

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran Mahasiswa dalam Memberikan Perubahan Positif di Masyarakat

2 Januari 2024   20:21 Diperbarui: 2 Januari 2024   20:39 195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Peran Mahasiswa sebagai Agent of  Change

Mahasiswa memiliki peran sebagai agent of change atau sebagai agen perubahan yang artinya mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penggagas perubahan, namun juga sebagai pelaku dari gagasan perubahan tersebut. Perubahan yang dimaksud merupakan perubahan menuju yang lebih baik sehingga memberikan manfaat kepada khalayak umum.

Mengapa harus mahasiswa? kenapa bukan orang lain yang ditunjuk sebagai agen perubahan? Secara etimologis, mahasiswa memiliki arti seseorang yang paling terpelajar. Saat ini mahasiswa dikenal sebagai seseorang yang memiliki pikiran kritis, berani, dan demokratis. Maka dari itu, mahasiswa diharuskan turut andil dalam kontribusi mewujudkan perubahan yang lebih baik. Mahasiswa harus siap dalam menghadapi perkembangan zaman yang dimana akan muncul berbagai macam problematika baru karena ini merupakan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Pada era modern seperti ini, para milenial hidup serba canggih dan serba instan sehingga hasil yang akan didapat akan kurang memuaskan. Berawal dari hilangnya sopan santun dan adab terhadap orang tua, hilangnya moral dalam diri hingga pergaulan yang semakin bebas. Dari berbagai problematika yang mulai bermunculan, mahasiswa diharapkan agar dapat menjadi problem solver dari problematika tersebut. Contohnya adalah mahasiswa dapat mengadakan forum yang berisi kajian keagamaan yang membahas tentang ancaman yang mungkin dapat terjadi pada industri 4.0 dengan melibatkan para generasi milenial. Dari forum tersebut diharapkan dapat membentuk pondasi kokoh dalam mengontrol diri para generasi milenial sehingga menjadi  generasi yang lebih baik.

Peran Mahasiswa sebagai Moral Force

Mahasiswa diharuskan untuk memiliki akhlak yang baik karena peran mahasiswa sebagai moral force atau dapat diartikan sebagai suri tauladan. Segala tindakan atau keputusan dari mahasiswa akan diamati dan dinilai oleh para masyarakat yang memperhatikan. Maka dari itu mahasiswa harus memhami dan tahu betul dalam menempatkan diri di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

Pada era globalisasi seperti saat ini, berbagai macam budaya dari luar akan dapat dengan mudah masuk ke dalam Indonesia. Seorang mahasiswa hendaknya menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya asli dalam negeri, sehingga budaya Indonesia tidak akan hilang terkikis oleh budaya yang datang dari luar. Seorang mahasiswa juga harus mencerminkan karakter yang baik sesuai dengan tingkatan intelektual yang telah diperoleh di perguruan tinggi. Cerminan mahasiswa yang bermoral dan berkarakter, akan membawa perubahan yang baik dan tentunya positif dalam masyarakat. Peran ini penting dikarenakan mahasiswa merupakan salah satu unsur terpenting dalam pembangunan bangsa.

Peran Mahasiswa sebagai Social Control

Peran mahasiswa sebagai social control atau dapat juga diartikan sosok yang turut andil membantu sebagai pengontrol sosial dalam masyarakat. Peran ini diharapkan dari seorang mahasiswa karena mahasiswa memiliki bekal dan kemampuan, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun sikap kritis dan kepekaan sosial. Maka dari itu mahasiswa diharuskan untuk bisa mengimplementasikan kemampuannya sebagai seorang mahasiswa bukan hanya di lingkungan kampus tetapi juga di lingkungan masyarakat.

Peran mahasiswa sebagai sosok yang turut andil dalam pengontrol sosial akan terlihat ketika terdapat sesuatu yang dianggap kurang benar dalam masyarakat. Apabila sesuatu tersebut terjadi, mahasiswa diharapkan peduli dengan sekitarnya sehingga dapat mengubah suatu keganjilan tersebut dan tidak boleh bersikap acuh tak acuh. Seperti halnya dengan saat ini, konflik politik yang terjadi di Indonesia mulai meluas. Konflik yang terus berlangsung telah merugikan banyak masyarakat, dan mulai bertentangan dengan undang-undang. Dengan keadaan tersebut, mahasiswa seharusnya turut andil dan menunjukkan kepeduliannya sebagaimana peran dari seorang mahasiswa yaitu sebagai social control. Suatu kepedulian dari seorang mahasiswa bukan hanya diwujudkan dalam bentuk demo saja, namun mahasiswa dapat mewujudkannya dalam bentuk pemikiran suatu gagasan, diskusi dengan masyarakat, dan juga dapat memberikan bantuan berupa moril dan materil kepada masyarakat. Apabila mahasiswa dan masyarakat saling bekerja sama dalam mengatasi suatu permasalahan, maka akan terwujud suatu sinergi dan perubahan yang positif dan lebih baik.

Peran Mahasiswa sebagai Iron Stock

Setiap manusia pastinya dituntut untuk menjadi individu yang tangguh, baik dalam menghadapi suatu problematika dalam kehidupan ataupun yang lainnya. Begitu juga bagi seorang mahasiswa yang berperan sebagai seorang iron stock atau dalam artian lain yakni generasi yang tangguh. Untuk lebih jelasnya, peran ini memiliki arti bahwa mahasiswa yang telah memiliki segala macam bekal kemampuan untuk membawa perubahan diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi sebelum mereka sebagai generasi yang lebih tangguh. Pada intinya, mahasiswa merupakan suatu cadangan, aset, dan juga harapan pembawa perubahan suatu bangsa.

Tak dapat dipungkiri bahwa suatu organisasi maupun suatu struktural akan bersifat terus mengalir seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini ditandai dengan bergantinya kekuasaan dari golongan tua berganti ke golongan muda sehingga kaderisasi akan terus-menerus dilakukan. Maka dari itu, sebagai seorang mahasiswa seharusnya mempersiapkan diri menjadi pribadi individu yang tangguh dan siap membawa perubahan yang lebih baik.

Sejarah dunia telah membuktikan bahwasannya generasi mudalah yang telah memimpin suatu perubahan-perubahan besar, mulai dari zaman nabi, zaman kolonialisme, hingga era reformasi para generasi muda inilah yang menjadi pembawa perubahan. Setelah mengetahui hal tersebut, lantas bagaimana kita yakni seorang mahasiswa sebagai salah satu generasi penerus harus lakukan? mahasiswa tidak cukup apabila hanya mengembangkan akademik mereka namun juga harus mengembangkan dan memperkaya pengetahuan baik dari segi kemasyarakatan maupun keprofesian yang pada akhirnya hal ini penting sebagai bekal penunjang para calon generasi penerus selanjutnya. Semakin tangguh suatu generasi maka akan semakin baik pula suatu bangsa karena akan membawa suatu perubahan yang positif dan berkembang menuju suatu bangsa yang hebat.

Peran Mahasiswa sebagai Guardian of Value

Peran selanjutnya yakni mahasiswa sebagai guardian of value atau dapat diartikan menjadi penjaga nilai. Maksud dari penjaga nilai ini merujuk pada mahasiswa yang mampu berpikir secara logis maupun ilmiah dan dapat mengetahui kemudian memahami kebenaran dari fakta yang ada terdapat pada permasalahan-permasalahan baik yang terlihat maupun tertutup dari masyarakat. Sama halnya seperti peran mahasiswa moral of force, mahasiswa disini diharuskan berperan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur serta mulia dalam diri bangsa.

Banyaknya budaya-budaya asing yang masuk, dikhawatirkan budaya-budaya asli yang telah ada yakni budaya asli milik Indonesia akan terkikis bahkan hilang. Disinilah mahasiswa akan berperan mempertahankan budaya-budaya bangsa. Contohnya seperti gotong royong, berlaku adil, serta memiliki rasa empati dan juga kejujuran. Mahasiswa akan mengawasi dan menyuarakan pendapat dengan memberikan solusi terhadap masalah yang ada pada nilai-nilai dalam masyarakat. Hal ini merupakan sebuah kunci penting untuk mengantarkan seluruh masyarakat pada perwujudan implementasi menjaga Pancasila agar keutuhan bangsa tetap terjaga. Nilai-nilai bangsa yang terjaga inilah yang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat dan juga bangsa.

Langkah-Langkah Mahasiswa dalam Mewujudkan Peran secara Nyata    

Langkah pertama kita untuk mewujudkan peran scara nyata sebagai seorang mahasiswa yakni mahasiswa memerlukan kesadaran akan kondisi politik yang ada dalam kehidupan berbangsa. Hal ini diperlukan karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat dan juga generasi penerus sehingga kondisi ini tidak boleh diabaikan. Kemudian langkah kedua selanjutnya adalah mahasiswa harus dapat memilih gerakan yang sesuai dengan visi dan misinya sehingga dapat berjalan beriringan. Gerakan yang dimaksud ini adalah gerakan intelektual, gerakan dimana mahasiswa bergerak menyalurkan pendapat yang dimiliki melalui kegiatan-kegiatan diskusi, ilmiah, ataupun yang lainnya dengan mematuhi hukum, audiensi, dan yang lainnya.

Langkah selanjutnya yakni mahasiswa harus ikut turut andil terlibat masuk ke dalam organisasi yang mengemban visi misi yang baik namun tidak meninggalkan tugas-tugas atau keperluan kuliah. Maka dari itu, diperlukan keahlian memanajemen waktu dengan baik sehingga mahasiswa mampu menjalankan peranannya sebagai seorang mahasiswa di dalam lingkungan masyarakat dan tetap menjalankan tanggung jawab pada diri sendiri, studi sekaligus keluarganya. Selain itu, mahasiswa juga memerlukan wawasan yang luas sebagai bekal mahasiswa. Saat ini berbagai macam pengetahuan dan wawasan dapat diperoleh dengan mudah, seperti membaca jurnal online, e-book, maupun blog dan website yang dapat kita akses dalam internet.

  

KESIMPULAN

Para mahasiswa harus mampu untuk menunjukkan peranan aktif mereka agar dapat terwujudnya solusi serta perubahan positif dalam lingkungan masyarakat. Mahasiswa memiliki peran sebagai agent of change atau sebagai agen perubahan yang artinya mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penggagas perubahan, namun juga sebagai pelaku dari gagasan perubahan tersebut. Mahasiswa juga diharuskan untuk memiliki akhlak yang baik karena peran mahasiswa sebagai moral force atau dapat diartikan sebagai suri tauladan. Cerminan mahasiswa yang bermoral dan berkarakter, akan membawa perubahan yang baik. Peran mahasiswa sebagai social control atau dapat juga diartikan sosok yang turut andil membantu sebagai pengontrol sosial dalam masyarakat.

Setiap manusia pastinya dituntut untuk menjadi individu yang tangguh. Begitu juga bagi seorang mahasiswa yang berperan sebagai seorang iron stock atau dalam artian lain yakni generasi yang tangguh. Maka dari itu, sebagai seorang mahasiswa seharusnya mempersiapkan diri menjadi pribadi individu yang tangguh dan siap membawa perubahan yang lebih baik Peran selanjutnya yakni mahasiswa sebagai guardian of value atau dapat diartikan menjadi penjaga nilai. Maksud dari penjaga nilai ini merujuk pada mahasiswa yang mampu berpikir secara logis maupun ilmiah dan dapat mengetahui kemudian memahami kebenaran dari fakta yang ada terdapat pada permasalahan-permasalahan baik yang terlihat maupun tertutup dari masyarakat. Langkah pertama kita untuk mewujudkan peran scara nyata sebagai seorang mahasiswa yakni mahasiswa memerlukan kesadaran akan kondisi politik yang ada dalam kehidupan berbangsa. Langkah selanjutnya yakni mahasiswa harus ikut turut andil terlibat masuk ke dalam organisasi yang mengemban visi misi yang baik namun tidak meninggalkan tugas-tugas atau keperluan kuliah. Selain itu, mahasiswa juga memerlukan wawasan yang luas sebagai bekal untuk kedepannya.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun