2) Saya dapat bertransaksi menggunakan kartu ATM yang selama ini saya pakai (tidak perlu menambah jumlah kartu). Saya pun dapat menarik uang tunai di mesin ATM.
3) Saya tidak pertu tanda tangan saat bertransaksi menggunakan mesin EDC.
4) Saya tidak perlu berutang kepada bank manapun karena menggunakan uang pribadi yang tersimpan dalam bank. Ini yang menjadi alasan utama karena saya memang tidak suka berutang!
5) Jumlah bisa PAS dengan nominal transaksi, tidak dibulatkan ke atas maupun ke bawah. Misalkan: transaksi senilai Rp. 122.340,- maka saldo tabungan yang akan dipotong (diambil) juga senilai Rp. 122.340,- tidak dibulatkan menjadi Rp. 122.400,- atau Rp. 122.300,-
6) Saya tidak ada biaya administrasi tambahan, selama kartu debit dipakai sesuai bank yang mengeluarkan kartu debit tersebut.
7) Saya tidak perlu membayar cicilan, bunga, atau denda apa pun. Selama saldo masih mencukupi, maka kartu debit dapat saya pergunakan.
8) Keuangan pribadi (keluarga) tetap aman, karena tidak akan terjadi pemakaian di luar batas, seperti yang sering terjadi pada pemakaian kartu kredit.
Sekalipun demikian, pemakaian kartu debit tetap ada kelemahannya, antara lain:
1) Tidak dapat dipakai untuk pengeluaran mendadak. Saat jumlah tabungan lebih kecil dari kebutuhan (pemakaian), transaksi tidak dapat dilakukan.
2) Jika jaringan offline atau sedang trouble, transaksi tidak dapat dilakukan.
3) Kartu rentan untuk "dibajak", terutama jika pengguna kartu (selain si pemilik), mengetahui pin ATM kita. Apabila kartu hilang, harus segera diblokir demi keamanan.