Mohon tunggu...
Widadi Muslim
Widadi Muslim Mohon Tunggu... Guru - Guru

Guru yang energik, atraktif dan murah senyum. Motivator dan penulis buku kependidikan. Juara kedua kompetisi edukasi Anlene Hidup Penuh Makna. Saat ini mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 164 Jakarta Selatan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Benih-Benih Cinta

8 November 2022   10:14 Diperbarui: 8 November 2022   10:18 484
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pohon dan rumah. (Foto: Dokpri)

“Mas Jono kedinginan ya?”

“Iya, begitulah.”

“Ya udah kita pakai aja selimut ini berdua, itu juga kalau Mas Jono mau.”

“Siapa juga ya berani menolak ajakan Dik Sari.”

Lama sekali kedua insan itu mengobrol, akhirnya tertidur dengan senyum yang indah, hati yang berbunga-bunga.

Jrug… ijrak… ijrug… ijrak… ijrug… kereta melambat. Waktu Subuh datang menjelang. Kereta berhenti. Keduanya terbangun. Para penumpang berhamburan menuju pintu keluar. Jono dan Sari saling bantu menurunkan barang bawaan. Keduanya berjalan beriringan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun