Dalam tulisannya, PALYJA menjelaskan bahwa petugasnya telah melakukan investigasi pada pipa jaringan tanggal 3 Juli 2013. Hasilnya menunjukan bahwa penyebabnya karena adanya material yang menggangu aliran air pada clamp sadle (sambungan pipa dinas ke jaringan pipa induk), sehingga menyebabkan terhambatnya distribusi aliran air ke lokasi pelanggan. Karenanya, perlu dilakukan rehabilitasi pipa dinas. Pada tanggal 4 Juli 2013, petugas PALYJA telah memperbaiki clamp sadle tersebut untuk memperlancar distribusi aliran air ke lokasi persil pelanggan yang sebelumnya mengalami gangguan. Hasilnya menunjukan air mengalir normal.Â
Selain itu PALYJA juga menggunakan media sosial twitter. Akun twitter PALYJA @Water4life_ID.
Itulah ulasan mengenai inovasi teknologi yang digunakan Palyja dalam mengolah air dan mendistribusikannya ke masyarakat Jakarta bagian barat. Semoga Palyja lebih baik lagi kualitas pengelolaan dan pelayanannya demi terdistribusinya air bersih kepada pelanggan.Â
Â
Catatan kaki:
1. Coupling flange tee: sejenis sambungan baut untuk pipa, equipment, fittin atau valve agar dapat dihubungkan bersama-sama, sumber.
2. Gate valve: alat untuk membuka dan menutup aliran pada pipa, tetapi tidak untuk mengatur besar kecil aliran, sumber.
3. Contoh bakteri yang mampu mengurai amoniak adalah Nitrosomonas spp dan Nitrobacter spp.Pada siklus nitrogen, amoniak diuraikan Nitrosomonas menjadi nitrit (NO2). Kemudian Nitrobacter mengkonversi nitrit menjadi nitrat (NO3). Selanjutnya nitrat akan dimanfaatkan tumbuhan air yang dapat dijadikan pakan alami ikan atau juga dapat menguap dalam bentuk nitrogen, (Ingat-ingat pelajaran biologi pada daur nitrogen).
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H