Mohon tunggu...
VIVI ANGELIA SARI
VIVI ANGELIA SARI Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWI

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Moral Anak Usia Dini Menurut Para Ahli

6 November 2022   22:01 Diperbarui: 6 November 2022   22:43 186
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Anak-anak dengan cepat memperoleh bahasa pada usia 7-11 tahun, Tidak memiliki kemampuan penalaran abstrak, Selama proses ini, representasi mental anak meningkat secara luar biasa. Perolehan bahasa yang cepat karena perkembangan simbolik kognitif dan Menghilangkan egosentrisme.

Tahap Operasi Formal (formal operational stage) 11-12 tahun

Anak mulai bernalar secara abstrak , Representasi fisik dan representasi mental. Pada tahap operasional, anak mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang ketiga. Dia memahami pentingnya kerjasama, timbal balik dan kesetaraan. Ini adalah saat dia berubah dari Heteronomy ke Autonomy.

Sedangkan menurut pandangan Teori Perkembangan Moral Kohlberg Lawrence Kohlberg, seorang profesor psikologi Harvard, telah mengajukan teori perkembangan dengan tahapan

Tahap 1: Orientasi kepatuhan terhadap hukuman: Anak-anak kecil berperilaku benar karena mereka takut pada otoritas dan mengikuti aturan untuk menghindari hukuman.

Tahap 2: Egoisme/individualisme : Tindakan yang benar adalah yang memuaskan kebutuhannya sendiri dan terkadang kebutuhan orang lain. Timbal balik pada tahap ini bukan tentang kesetiaan atau keadilan.

Tahap 3: Anak laki- laki yang baik / gadis yang baik : Tindakan yang benar adalah yang menyenangkan dan mengesankan orang lain. Individu memperhatikan kesan yang ditinggalkannya pada orang lain, dan mencari persetujuan orang lain dengan perilaku baiknya.

Tahap 4: Orientasi hukum dan ketertiban: Perilaku yang benar berarti melakukan tugas seseorang, mematuhi norma-norma sosial untuk kepentingannya sendiri, dan menghormati otoritas.

Tahap 5: Orientasi kontrak sosial: Anak mengakui prinsip-prinsip universal, hak-hak individu dan dasar dan norma-norma sosial. Selain dari apa yang disepakati sebagai benar, tindakan yang benar juga tentang nilai dan pendapat pribadi.

Tahap 6: Orientasi prinsip etika universal: Tindakan yang benar diputuskan oleh hati nurani individu sesuai dengan prinsip etika yang dipilih sendiri.

Kohlberg menyebut tahap 1 dan 2 sebagai moralitas prakonvensional, tahap 3 dan 4 sebagai moralitas konvensional dan dua tahap terakhir sebagai moralitas pascakonvensional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun