Sebagai seorang ASN, aktivitas harianku lebih banyak di sekolah. Akan tetapi tidak melupakan tugasku sebagai seorang istri dan ibu.
Aktivitasku penuh dari bangun tidur sampai tidur kembali. Waktu ini terasa tidak cukup dari hari kehari. Padatnya kegiatan yang aku lakukan, membuat aku menginginkan waktu 1 hari itu ditambah.
Aku selalu menstel alarm di hp untuk bangun jam 4. Saat itulah aku pergunakan waktu untuk berlari mengadu pada Sang Pencipta, tempat paling nyaman menceritakan keluh kesahku.
Aku membiasakan menambah hafalan AlQur'anku menjelang subuh. Meskipun 1 ayat aku selalu targetkan setiap hari. Seandainya tidak tuntas menghafalnya, tidak ada kata sulit dan menyerah karena nanti masih ada waktu.
Menurutku, salah satu trik menghafal AlQur'an itu dengan cara menghilangkan kata "sulit" agar diberi kemudahan dan keberkahan. Itu sudah aku buktikan dan aku diberikan kemudahan dalam menghafal.
Yang terpikir bagiku saat itu ingin menambah hafalan. Semakin sulit, semakin sering aku mengulang, maka ibadahku makin banyak selagi itu ikhlas karena Allah SWT.
Subuhku selesai, aku buka jendela dan pintu rumahku. Aku mulai menyapa bunga-bunaga kesayanganku. Aku menyiram bunga-bungaku. Menyapu taman bungaku dan mengajarkan rasa peduki lingkungan pada Umar dengan membantuku membuang sampah.
Kebiasaanku setiap pagi membuatkan kopi dan segelas air putih hangat untuk lelaki halalku. Saat itu aku dan anak-anak bercerita dengan suami dan sarapan bersama.
Menjelang sekolah, aku memasak sambil mencuci pakaian dan piring. Kebetulan mencuci pakaian dengan mesin, jadi bisa lakukan aktivitas lain. Aku mengejar waktu karena jam 7 aku dan an anak-anak harus sekolah.
Aku persiapkan bekal makan siang untuk suami dan kami ke sekolah. Anak-anak sudah siap mandi dengan suami. Indahnya saling membantu dalam keluarga.
Tibalah saatny aku dan anak-anak menaiki motor berwarna hijau kesukaannku. Memakai kursi tambahan untuk Rasyid duduk di depan dan Umar yang selalu semangat memelukku di belakang.Kami berangkat  ke sekolahku dan suamipun berangkat kerja.
Pandemi ini membuatku harus membawa anak-anakku ke sekolah karena Umar belum mulai tatap muka di TK dan Rasyid belum bisa ku antar di TPA.
Aku berada di sekolah sampai jam 14.00 WIB dengan berbagai tugas pokokku sebagai guru. Karena sekarang pembelajaran jarak jauh, jadi aku lebih banyak dihadapkan dengan Hp, laptop dan LKPD.
Sekali seminggu LKPD dikumpulkan. 30 siswaku datang sesuai jadwal. Setelah itu, tumpukan LKPD menjadi temanku di kelas. Aku disibukkan dengan menilai dan merekap nilai. Dan banyak lagi ADM guru yang makin banyak diberikan dinas.
Pekerjaanku makin menumpuk sejak anak-anak dibawa ke sekolah. Aku harus mengejar anak bontotku ke lapangan karena dia lagi aktif-aktifnya sekarang. Menyuapinya makan dan melayani kebutuhannya.
Hal ini membuat tugasku terabaikan. Aku harus membawa tugas ke rumah agar cepat selesai. Jam 2 siang kami langsung pulang. Sesampai di rumah, anak-anakku pada lelah dan mengantuk. Untung, setelah sholat Zuhur mereka sudah selesai makan.
Mereka tidur nyenyak setelah begitu lama bermain di sekolahku. Nah, saat itulah aku bisa lanjutkan tugas rumahku. Aku bisa menulis dan jariku bisa menari-nari memenuhi aplikasi "notes" di Hpku. Menjelang Ashar aku kembali fasihkan hafalan Qur'anku jika belum tuntas pagi tadi.
Sorenya, ketika buah hatiku sudah bangun, aku memandikan mereka. Kami nonton dan bercerita serta bermain. Memberi mereka makan.
Aku membiasakan anak-anak sholat magrib ke mesjid. Â Begitu azan, anak-anak sudah siap ke mesjid. Tujuannya agar anak laki-lakiku terbiasa sholat jamaah ke mesjid.
Sepulang mesjid, Umar memberikan Al Qur'an padaku agar aku mendengarkn murajaahnya. Sangat bersyukur aku memiliki anak seperti Umar. Menjelang Isya, aku menambah hafalan Umar minimal 1 ayat.
Kami isya berjamaah dan menonton sampai jam 21.00 WIB. Aku sudah memberikan aturan pada anak-anak untuk tidur pada waktu itu. Cukup dengan ke kamar dan mematikn lampu ruang keluarga.
Ketika mereka di kamar, aku harus siap untuk membacakan tulisan yang ku tulis tadi siang. Itulah saatnya aku mengedit tulisanku dan bercerita sebelum mereka tidur. Kadangkala aku juga baca cerita yang lain.
Spesial untuk Rasyid, dia lebih senang mendengar cerita tentang Muhammmad dan sahabat. Ceritaku membawa mereka ke tidur lelapnya.
Waktu paling membahagiakan bagiku kalau anakku sudah tidur dan aku bebas untuk membersihkan rumah yang masih bertebaran dengan mainan mereka. Hari makin larut dan aku juga harus memberikan hak untuk tubuhku yang kuat ini.
Begitulah aktivitas harianku di hari kerja. Saat libur, mereka sangat berbahagia karena bisa di rumah bersamaku. Aku bisa melakukan kegiatan bersama misalnya memasak.Â
Kadang kami membuat donat. Mereka asyik membuat donat sesuai versi mereka. Kegiatan ini menurut mereka mengasyikkan. Sungguh menyenangkan bersama mereka dihari libur.
Banyak sekali yang dilakukan seorang wanita. Selain berkarir, dia juga harus mengerjakan tugas wajibnya di rumah. Dan itu bisa dia kerjakan semua.
Menurutku, wanita itu orang yang kuat. Orang yang bisa mengerjakan 1 pekerjaan atau lebih dalam satu waktu. Wanita yang jarang sakit dan super sabar dalam segala hal. Semoga ini jadi ibadah di sepanjang kegiatanku.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI