Mohon tunggu...
Raden Ayu Nova Lurra ( Lintang'ku )
Raden Ayu Nova Lurra ( Lintang'ku ) Mohon Tunggu... lainnya -

\r\n- " Setetes demi tetes Hujan yang turun adalah \r\n pembekuan dari Do'a yang menggantung pada \r\n langit langit Surga yang terjatuh ke Bumi lantas\r\n menguap ke Arsy menuju yang terkasih. " \r\n\r\n- " Sesuayangan yg ta teganti en memang ta ada \r\n terpantas'e mengganti \r\n be'bilamana nafas'e telah menyatu\r\n serumpama Ruh yang mengecup mesra do'a\r\n\r\n ( dedicated to : Raden Ayu Nova Lurra )

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Chemical Biotin Carbon dioxide

26 Mei 2011   03:34 Diperbarui: 26 Juni 2015   05:13 33
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

sediakan : pucat memendung, lembar masa lalu ,garam kehidupan , beberapa

oz perinduan ,

absurd dimensi , daun kasih ta sesampai , ruam waktu , pedaran memustika sesenyum.


sepikul sesah menampik kisi..

jika beberapa fraze mozart menyediakan uap panci...

bangun pepagian dor dorr...

hitler sarapan dengan sebilah tunku..

seperti sebuah bumbu yg menasak..

menghidang babad keram dalam rumus dialektika..

kutunjuk ia..

rambat reraum pesuna..

sabening memedari hidup..

ketika serbuk yg menggarami ketiak waktu..

menuntun lembar jalan dalam rerimun..

sunya keterikat dalam peparas..

mengalun lelanggam dalam se'sedihan..

aku dan angan..

menari dalam pucat..

memutari tiap pelepah not tuang..

dalam ritmis setetes hujan..

aku adalah kamu..

kamu adalah aku..

menyeret mendung dalam kanvas..

melabur rerinduan yg ketidak sesampaian..

dalam rahmat ruh , jazad..

disematkan cinta..

dalam makhluk..

menafasi yg tersuayangii...

haaaahff...whusss...whuss...

berhembuslah...

memilirlah..

meski kasih ta sesampai..

ta sesampai..

ta sesampai..

ta sesampai..

pada yg semampai..

kabarkanlah wahai seruling..

bahwasanya..

tetaplah sesuayangan..

se'satu satunya..

demikian

hehatur sesuwun.

tanpa nama , label ,..

cause hati ta penah salah menunju hati yg di sesuayanginya..

begitu juga jiwa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun