Penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hak asasi manusia (HAM) serta mekanisme untuk melaporkan pelanggaran. Hal ini akan membantu meningkatkan kesadaran publik mengenai hak-hak dasar mereka dan bagaimana cara melindunginya. Selain itu, masyarakat perlu dilatih agar lebih peka terhadap tindakan yang melanggar hukum dan tidak ragu untuk melaporkan kejadian yang mereka anggap melanggar aturan atau merugikan banyak orang. Edukasi ini bisa dimulai dari tingkat pendidikan dasar, hingga pendidikan tinggi, serta melalui program-program penyuluhan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.
3.Reformasi Birokrasi
   Reformasi birokrasi perlu dilakukan agar sistem pemerintahan lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Untuk itu, diperlukan perubahan dalam cara rekrutmen pegawai negeri yang lebih mengutamakan kemampuan dan integritas, bukan berdasarkan hubungan politik atau afiliasi. Proses ini harus disertai dengan penguatan sistem yang memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi terkait kebijakan publik dan penggunaan anggaran negara. Selain itu, penting untuk mengurangi ruang untuk penyalahgunaan wewenang dengan memperkenalkan sistem digital dalam pelayanan publik yang lebih terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
4.Penegakan Hukum
   Penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu merupakan kunci untuk mengurangi praktik penyalahgunaan kekuasaan. Aparat penegak hukum harus berperan secara profesional, tanpa tekanan atau intervensi dari pihak manapun. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat lembaga-lembaga hukum yang independen, seperti pengadilan dan kejaksaan, agar mereka dapat bekerja dengan objektif. Hukuman yang tegas dan proporsional terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat publik, juga dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa. Selain itu, masyarakat harus didorong untuk aktif memberikan informasi atau melaporkan tindakan yang mencurigakan, yang dapat memperkuat penegakan hukum dan menciptakan pemerintahan yang bersih.
   Kasus krangkeng Bupati Langkat menjadi contoh nyata bagaimana kekuasaan yang tidak terkendali dapat merusak sistem hukum dan melanggar hak asasi manusia. Fenomena ini bukan semata kesalahan individu, tetapi juga mencerminkan kelemahan dalam sistem pengawasan, adanya ketimpangan sosial, serta budaya feodalisme yang masih mengakar. Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, diperlukan solusi yang menyeluruh, termasuk penguatan sistem pengawasan dan penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik secara konsisten.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H