Pelukan Hangat
Seiring laju perkembangan zaman. Terkadang kita melupakan hal yang amat sederhana namun teramat dibutuhkan. Pelukan. Ya, sebuah pelukan rupanya kerap dilupakan. Tergantikan dengan buaian gawai yang membuat lalai.
Pelukan ibu rupanya bisa mengalirkan energi positif terhadap hati anak. Yang tak bisa digantikan oleh apapun juga di dunia. Sebuah pelukan hangat, mampu membuat kepercayaan anak meningkat.
Jikalau anak telah sematkan rasa percaya, kiranya kesejukan hati kan selalu mengiringi. Itulah harapan abadi seorang ibu. Melihat buah hati tumbuh dalam balutan kasih sayang. Sehingga kasih sayang pun kan disemai kepada orang orang di sekitar yang berinteraksi dengannya.
Komunikasi yang Sehat
Beberapa kali anakku bertanya padaku, "Bu, artinya ini apa? Terus kalau itu apa?"
Aku kaget bukan kepalang, sebab pertanyaan tersebut kerap berkaitan dengan kosakata yang baru dia dapat dari teman. Ada yang baik ada pula yang tidak. Namun aku berusaha sejujur mungkin menjelaskan satu persatu tentang istilah istilah yang ingin dia ketahui.
Mengapa? Tentu agar dia merasa puas sebab aku bisa menjadi kamus berjalannya yang terpercaya. Jangan sampai posisiku ini terganti oleh media atau orang lain yang belum kupercaya. Ini akan berakibat buruk pada perkembangannya. Apalagi jika informasi yang didapat tak lengkap. Yang terjadi anak akan salah tangkap juga keliru mengartikan. Jangan sampai terjadi demikian.
Aku senang sebab anakku sejauh ini masih percaya kepadaku. Dengan jujur bertanya mengenai ini dan itu. Itu berarti dia meletakkan kepercayaan seutuhnya. Hal itu pula yang membuat komunikasi kami berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga terhindar dari transfer informasi yang tak semestinya diterima.
Komunikasi seperti ini kiranya bisa mempererat ikatan batin sehingga anak tidak berusaha lari lalu berpindah ke lain hati. Ini yang terkadang mengkhawatirkan. Apalagi di zaman seperti sekarang. Dimana internet menjadi pusat informasi masa kini dan terkini. Jika tak didampingi tentu bisa berdampak fatal dikemudian hari.