Bullying memiliki dampak yang merugikan tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi para pelaku dan iklim pendidikan secara keseluruhan. Beberapa dampak negatif yang umum terjadi adalah sebagai berikut:
1).Dampak emosional.
Korban bullying cenderung mengalami stres, kecemasan, depresi, dan merasa tidak berdaya. Mereka juga mungkin mengalami penurunan minat belajar dan rendahnya rasa percaya diri.
2)Dampak akademik.
Siswa yang menjadi korban bullying seringkali kesulitan berkonsentrasi di kelas, absen, atau bahkan putus sekolah karena kecemasan yang berkelanjutan.
3).Dampak kesehatan fisik.
Bullying fisik dapat menyebabkan cedera serius, sementara bullying yang berulang dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
4)Dampak sosial.
Korban bullying seringkali merasa terisolasi dan sulit membangun hubungan sosial yang sehat. Hal ini dapat berdampak pada kehidupan sosial mereka dalam jangka panjang.
Mengingat begitu besarnya dampak bullying terhadap korban maupun pelakunya maka perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya tindak bullying di lingkungan pendidikan. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan menanggulangi bullying:
Penumbuhan kesadaran dan program pendidikan. Sekolah harus menyediakan program pendidikan yang fokus pada kesadaran dan pemahaman tentang bullying, baik bagi siswa maupun staf pendidik. Salah satu yang bisa dilaksanakan adalah program sekolah ramah anak dan pembentukan agen anti perundungan di sekolah.