Mohon tunggu...
Umsida Menyapa
Umsida Menyapa Mohon Tunggu... Jurnalis - Humas
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Humas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Wisudawan Berprestasi Ini Tulis Puluhan Karya Terinspirasi Pesan Ali Bin Abi Thalib

23 November 2023   14:20 Diperbarui: 23 November 2023   14:25 94
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menulis puluhan karya karena terinspirasi pesan Ali bin Abi Thalib, bawa seorang Nailah Haflah Asfiyah menjadi wisudawan berprestasi pada Wisuda ke 42 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang diselenggarakan di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (18/11/2023).

Wanita yang akrab disapa Naila ini berhasil lulus dari program studi Pendidikan Agama Islam Umsida dan berhasilmeraih gelar wisudawan berprestasi, karena telah berhasil meraih Juara 1 cipta puisi pada kegiatan sayembara karya kopi 2022 dan Juara 2 dalam event 20 hari menulis bersama Bhavana Publisher cerita anak tahun 2022.

Awal Mula Cinta Menulis

Naila menggeluti bidang literasi terutama persajakan tau puisi sejak duduk dibangku sekolah dasar. "Berawal dari waktu kelas 1 sd, saya ditunjuk oleh ustadzah saya di tpq untuk mewakili menampilkan membaca puisi yang sudah disediakan pada acara muhadloroh. Momen itu disaksikan oleh seluruh santri yang ada di sana. Dari situ lah saya merasa senang dan mulai mencoba membuat puisi ala kadarnya anak-anak," ungkapnya

Saat sekolah tentu Naila akan mendapatkan pelajaran mengenai puisi, cerpen dan lainnya. Hal ini menjadi kesempatannya untuk mengasah diri membuat cerita dan puisi. Disamping itu Ia sangat senang membaca buku yang berbau fiksi, non fiksi maupun buku-buku sejarah. Buku yang pernah dibaca hingga saat ini sangat bermanfaat bagi Naila untuk memunculkan ide dalam setiap karyanya.

Baca juga: Milad Ke 111, dari Kontribusi Sampai Tantangan Persyarikatan Muhammadiyah

Berlanjut pada jenjang berikutnya, Naila masuk ke pesantren selama kurang lebih 6 tahun. Ia juga sempat aktif mengikuti ekstrakulikuler jurnalis kurang lebih 3 bulan, "dari situ bertambah lagi sedikit bertambah pengetahuan saya soal kepenulisan hingga selama di pesantren saya aktif pada pembuatan mading dan majalah pesantren. Sempat juga menulis karangan cerita yang panjang kurang lebih ada 4 judul semi-semi novel tapi tidak saya terbitkan. Semuanya saya tulis dengan tangan dan hanya untuk konsumsi dari kamar per kamar saja," ungkapnya. Sejak menulis 4 cerita itu Naila bercita-cita ingin bisa menerbitkan buku karyanya sendiri.

Paska lulus dari pesantren wanita kelahiran 16 September 1999, Sidoarjo ini gap year selama 1 tahun untuk berkuliah. Ia memanfaatkan waktunya untuk mengikuti grup kepenulisan KBM via facebook, "disana terdapat penulis-penulis hebat dan tidak segan untuk memberikan kritik dan saran untuk setiap penulis yang mengirimkan ceritanya. Termasuk ada penulis terkenal Asma Nadia yang menjadi pendiri grup tersebut. Saya belajar banyak dari komentar-komentar para senior dan itu benar-benar menggugah pengetahuan saya. Dari 4 judul karangan yang saya buat saya bisa tahu letak kesalahan dan kekurangannya," jelasnya.

Tidak lama setelah itu ada beberapa event menulis yang bermunculan dari beberapa grup kepenulisan yang lain dan Naila mencoba mulai dari lomba menulis cerita pendek. "Alhamdulillah meskipun tidak menang tetapi karya saya selalu masuk di 15 besar," imbuhnya.

Mulai Aktif Kembali Ikuti Kompetisi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun