KEHIDUPAN TUKANG OJEK YANG LEBIH DAN LAPANGAN KERJA BARU
Tidak diragukan lagi jika pendapatan tukang ojek online lebih terjamin. Dengan struktur organisasi yang jelas dan adanya payung perusahaan yang melindungi membuat para pegawai ojek online merasa lebih dianggap seorang karyawan ketimbang menganggur. Puluhan ribu warga masyarakat berbondong mendaftarkan diri sebagai karyawan ojek online. Otomatis ini merupakan lapangan kerja baru yang diakibatkan kreatifitas pemuda Indonesia yang belum bisa dilakukan oleh pemerintah.
So, guys apalagi yang menjadi penilaian buruk tentang ojek online ? Ketimbang menghapus alangkah baiknya memikirkan pengembangan baru yang lebih berarti untuk layanan online ini. Apalagi jika ojek pangkalan pun turut dilarang. Justri itu SEMAKIN MEMPERSULIT pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan ojek untuk transportasinya.
Saya yakin ada banyak konsumen di luar sana yang menyayangkan keputusan ini.
PENGANGGURAN AKAN KEMBALI MEMBLUDAK
Dan yang lebih parah, puluhan ribu orang akan terancam menjadi pengangguran lagi nih guys. Lapangan kerja yang sudah dibangun dengan susah payah oleh masyarakat dan memberikan angin segar bagi penghidupannya tiba-tiba harus hilang begitu saja. Apa solusinya ?Â
Mendingan pemerintah cari solusi terlebih dahulu baru deh mengeluarkan aturan seperti ini. Sekarang apakah mampu pemerintah mengganti apa yang sudah mereka keluarkan. Tidak sedikit karyawan perusahaan yang memilih keluar dari perusahaan untuk menjadi tukang ojek karena lebih terjamin dalam hal pendapatan.Â
Terus jika sudah begini mereka mesti ngapain dong guys ? Bagaimana menurut kamu nih guys ?
/Fu (Fajar Umarsandi)Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H