Mantan Kepala BIN ini "terpaksa" ikut menanggapi fenomena Rizieq, yang terlebih dahulu mengomentari peristiwa pencopotan baliho Rizieq di berbagai tempat di ibu kota oleh pasukan TNI.
Sutiyoso mengatakan, semestinya TNI (dalam hal ini personil Kodam Jaya) tidak perlu turun tangan mengurusi baliho Rizieq bila Anies, Pangdam Jaya, dan Kapolda Metro Jaya berkoordinasi dengan baik, serta telah bertindak tegas dan terukur dari awal.
Maksudnya adalah, pencopotan baliho dan penertiban kegiatan massa yang melibatkan Rizieq cukup ditangani pejabat tinggi dan pemegang amanat tugas di daerah. Sutiyoso berharap, yang menertibkan baliho dan kerumunan massa yaitu anggota Satpol PP DKI Jakarta.
Meski demikian, Sutiyoso tidak membantah, bahwa anggota TNI dan Polri perlu juga bersiap diri ikut membantu, manakala Satpol PP DKI Jakarta menghadapi kesulitan di lapangan.
Selanjutnya, Sutiyoso mengungkap, "kenakalan berlanjut" Rizieq dan kelompoknya belakangan ini semestinya tidak terjadi, apabila pimpinan daerah (dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda) sudah berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah pendekatan.
Pendekatan yang dimaksud, secara halus. Dan jika terpaksa (dibutuhkan), maka pendekatan keras bisa dilaksanakan. Apakah artinya Anies, Pangdam Jaya, dan Kapolda Metro Jaya harus "membujuk-bujuk" Rizieq dan kelompoknya lebih dulu?
Kira-kira begitu yang dimaksud Sutiyoso. Ia menuturkan, andaikan pimpinan daerah telah bersikap tegas dan terukur sebelumnya, yaitu sejak terjadi kerumunan di jalan tol dan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mungkin persoalan tidak semakin membesar.
Apakah berarti pimpinan daerah mestinya sudah menertibkan Rizieq dan kelompoknya jauh-jauh hari supaya tidak berlanjut aksi kerumunan serupa? Tepat. Itulah yang diinginkan Sutiyoso.
Selanjutnya, kepada siapakah saran itu ditujukan? Jelas, kepada Anies selaku kepala daerah sekaligus Ketua Forkopimda DKI Jakarta. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, Anies sepantasnya konsisten menegakkan peraturan yang berlaku di wilayahnya.
Sekali lagi, membaca dan mendengar tuturan Sutiyoso, Anies yang diminta tampil paling depan, memerintahkan jajaran di bawahnya untuk melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing secara maksimal.
Soal pengalaman bagaimana menghadapi kelakuan Rizieq dan kelompoknya sekian tahun lalu, Sutiyoso mengungkapkan bahwa selama ia menjabat gubernur, dirinya sering dibuat pusing.