Mohon tunggu...
Tri Syhanda Ade Lia
Tri Syhanda Ade Lia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Aktif Universitas Nasional

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Hubungan Interaksi Media Sosial Instagram Melalui Pendekatan Ontologi

30 November 2022   21:21 Diperbarui: 30 November 2022   21:34 203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Latar belakang 

Kelahiran dan perkembangan teknologi informasi membawa perubahan bagi masyarakat. Dengan adanya teknologi informasi, perilaku masyarakat telah berubah. Jenis teknologi informasi yang berkembang pesat adalah media sosial. Media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.

Sebelum adanya media sosial berbasis internet, hubungan interaksi dilakukan secara langsung atau menggunakan telepon genggam. Setelah kemunculan dan meluasnya penggunaan media sosial berbasis internet, cukup banyak orang mulai menggunakan aplikasi media sosial untuk tujuan yang berbeda.

Munculnya media sosial telah mengubah sistem komunikasi Indonesia, termasuk sistem media massa. Teknologi komunikasi yang bercirikan digitalisasi, konvergensi, internet menghasilkan teknologi dan aplikasi yang memenuhi semua bentuk komunikasi komunikasi antarpribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Media sosial telah memungkinkan untuk mengirim semua pesan melalui berbagai bentuk komunikasi.                                                 

Dengan adanya media sosial memudahkan kita untuk saling berkomunikasi, baik itu secara langsung atau tidak langsung. Dengan adanya jarak tidak menghalangi kita untuk saling berkomunikasi menggunakan media sosial.

Rumusan masalah

Bagaimana hubungan interaksi di media sosial Instagram melalui pendekatan Ontologi?

Pembahasan

Filsafat Komunikasi 

Filsafat komunikasi adalah suuatu bidang yang menelaah pendekatan terhadap ilmu komunikasi. Filsafat komunikasi bisa diawali dengan mempelajari konsep pokok seperti seperti epistemologi, aestetika, logika, etika, metafisika. Konsep tersebut menjelaskan masalah/isu yang dihadapi praktisi komunikasi dalam profesi dan kehidupan masyarakat. Masalah yang dibahas khususnya adalah masalah yang bersangkutan dengan dilema-dilema etik.

Menurut James A. Anderson (1996) menyatakan bahwa pendekatan filsafat menekankan pada teori komunikasi yang dapat mendefinisikan teori, mendiskusikan bidang studi teori komunikasi, dan mencari tahu hal yang membuat suatu teori termasuk teori komunikasi.

Rakhmat (2001) menjelaskan bahwa pendekatan filsafat memengaruhi penelitian komunikasi menjadi kritis dan dialektis. Melalui perspektif filsafat, komunikasi dilihat sebagai hakikat manusia menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan alam semesta.

Dalam Littlejohn & Foss (2017), disebutkan bahwa selama orang-orang memiliki pikiran tentang dunia, mereka selalu tergugah oleh misteri kodrat manusia. Komunikasi adalah salah satu kegiatan sehari-hari yang sangat berkaitan dengan seluruh kehidupan manusia.

Perspektif filsafat dalam ilmu komunikasi dapat menempatkan komunikasi sebagai pusat dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, kamu dapat memiliki pemahaman lebih terhadap seluruh aspek komunikasi---permasalahan yang ada, kekuatan komunikasi, kemungkinan di masa depan, dan batasan dalam ilmu komunikasi.

Dalam pendekatan filsafat, gejala komunikasi dipelajari dengan menggunakan asumsi filosofis ontologi, epistemologi, dan aksiologi (Effendy, 1984). Epistemologi adalah pertanyaan terhadap pengetahuan. Ontologi adalah pertanyaan tentang keberadaan. Aksiologi adalah pertanyaan tentang nilai. Setiap teori, baik secara implisit maupun eksplisit, mengandung asumsi mengenai ilmu pengetahuan, keberadaan, dan nilai.

Ada beberapa teori kebenaran menurut pandangan filsafat dalam bidang Aksiologi, Ontologi dan Epistemologi :

Menurut Sumantri

Aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dan pengetahuan yang diperoleh. sejatinya aksiologi adalah sebuah teori nilai yakni sebuah ilmu yang membahas mengenai nilai. Nilai-nilai yang dibahas kemudian berkaitan dengan pengetahuan yang didapatkan dan digunakan oleh manusia.

Menurut Soetriono & Hanafie (2007)

Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup wujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari pengetahuan) serta penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek ontologi atau obyek formal tersebut dan dapat merupakan landasan ilmu yang menanyakan apa yang dikaji oleh pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan alam kenyataan dan keberadaan.

Menurut Darwis. A. Soelaiman (2007)

Epistemologi adalah teori atau ilmu pengetahuan tentang metode dan dasar-dasar pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan batas-batas pengetahuan dan validitas atau sah berlakunya pengetahuan itu.

Hubungan Interkasi Media Sosial Instagram Melalui Pendekatan Ontologi

Instagram adalah sebuah aplikasi dari Smartphone yang khusus untuk media sosial yang merupakan salah satu dari media digital yang mempunyai fungsi hampir sama dengan twitter, namun perbedaannya terletak pada pengambilan foto dalam bentuk atau tempat untuk berbagi informasi terhadap penggunanya. Instagram juga dapat memberikan inspirasi bagi penggunanya dan juga dapat meningkatkan kreatifitas, karena Instagram mempunyai fitur yang dapat membuat foto menjadi lebih indah, lebih artistik dan menjadi lebih bagus (Atmoko, 2012:10).

Media sosial Instagram menjadi sangat bermanfaat untuk saluran berkomunikasi, karena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai situs untuk mendapatkan atau menyampaikan berita dan informasi kepada orang banyak. Penyebarluasan berita dan informasi melalui media sosial Instagram dapat memperluas audiens media massa.

Media sosial Instagram rasanya tidak terlepas dari beberapa alasan mengapa banyak masyarakat untuk tertarik menggunakan media sosial Instagram. Menggunakan media sosial instragram merupakan hobi untuk meminta pendapat, menumbuhkan citra, dan juga sekedar mendapat perhatian. Selain itu juga bisa mendapatkan teman baru, berbisnis, dan berpolitik. Media sosial Instagram membuka wawasan serta informasi tentang banyak hal secara luas. Dengan memposting foto dan dikomentari orang lain membuat kita merasa bahwa keberadaan kita diakui oleh orang lain. Hal ini membuktikan bahwa media sosial Intagram berperan penting dalam hubungan interaksi sosial.  

Media sosial Instagram tidak hanya untuk berkomunikasi saja, melainkan untuk membantu masyarakat untuk berhubungan dengan teman baik yang sudah lama dikenal maupun yang baru dikenal. Selain itu, dapat memiliki teman dari seluruh kalangan, seluruh daerah, bahkan seluruh dunia kita dapat menemukan teman baru.

Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi secara cepat dengan hanya melihat akun pribadi orang lain. Banyak pengguna media sosial Instagram dengan senang hati memberikan informasi dari akun Instagram mereka masing-masing.

Instagram juga memungkinkan penggunanya untuk berbagi foto atau video ke jejaring sosial lain seperti Facebook, Twitter, dan Tumblr. Bila tools ini diaktifkan maka setiap kali foto dibagikan, secara otomatis Instagram juga akan membagikannya ke jejaring sosial yang sudah terhubung.

Semakin berkembangannya penggunaan media sosial Instagram dan meningkatnya kebutuhan untuk saling berinteraksi, serta dengan kemudahan dalam penggunaan dan dalam ruang lingkup media sosial Instagram tersebut. Hal ini menjadikan media sosial Instagram menjadi sesuatu yang tidak tertolak untuk kalangan masyarakat.

Sebagai media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat, Instagram juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Instagram

  • Mudah digunakan
    Instagram memberikan kemudahan dalam penggunaannya dan menjadi media yang cepat menarik minat masyarakat untuk menggunakannya. Memposting foto atau video, memfollow, mengomentari, memberi like,hingga searching sesuai hashtagpun bias dilakukan dengan sangat praktis.
  • Media utama berupa foto
    Instagram unggul dalam memposting foto dalam tampilan dan kualitas yang baik. Visualisasi merupakan daya tarik utama media sosial Instagram untuk digunakan.
  • Koneksi dengan media sosial lainnya
    Instagram memberikan koneksi dengan beberapa media sosial lainnya untuk memmudahkan para pengguna. Jadi pengguna tidak oerlu berkali-kali memposting ke media sosial lain.

Kekurangan Instagram

  • Spamming
    Kemudahan yang diberikan Instagram dalam berinteraksi, membuat ini sangat rawan spamming. Spamming banyak terlihat di kolom komentar, namun bisa disiasati menggunakan akun yang di private agar tidak semabarang orang bisa berkomentar di postingan.
  • Tidak adanya penyaringan konten
    Instagram memberika kemudahan untuk siapa saja yang ingin memiliki akun Instagram. Hal ini menjadikan Instagram sangat mudah dimasuki orang-orang yang ingin menyebarkan konten buruk dan merugikan orang lain.

Kesimpulan 

Perkembangan media sosial membantu masyarakat untuk berinterkasi tanpa terhalangan jarak dan waktu. Media sosial mengajak pengguna untuk berpartisipasi dalam meberikan kontribusi dan mendapatkan feedback dengan cara terbuka, memberikan sebuah tanggapan atau kritikan, serta menyampaikan informasi dan berita secara cepat dan tidak terbatas.

Hubungan interaksi di media sosial Instagram sangat berperan dalam membangun interaksi dalam dunia nyata. Instagram berperan sebagai media perluasan diri dalam kehidupan sosial dan untuk mengetahui keberadaan orang-orang disekitar, serta memberikan informasi tentang keberadaan kepada orang-orang sekitar.

Media sosial Instagram juga sebagai tempat untuk menghibur diri dan mengungkapkan emosi, menujukkan minat pribadi kepada orang-orang, serta membentuk citra diri yang baik, seolah-olah diri mereka lebih baik di Instagram ketimbang di dunia nyata dan kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka

Filsafat Komunikasi: Pengertian, Epistemologi, Ontologi, Aksiologi. Dalam website https://tambahpinter.com/filsafat-komunikasi/ (Diakses pada tanggal 28 November 2022)

Hubungan Interaksi di Media Sosial melalui Pendekatan Aksiologi, Ontologi dan Epistemologi.

Dalam website https://www.kompasiana.com/putriameliaazizah/61ac89b806310e0157705653/hubungan-interaksi-di-media-sosial-melalui-pendekatan-aksiologi-ontologi-dan-epistemologi?page=3&page_images=1 (Diakses pada tanggal 28 November 2022)

Liedfray, Tongkotow. Waani, Foony J. Lasut, Jouke J. (2022). Peran Media Sosial Dalam Mempererat Interaksi Antar Keluarga Di Desa Esandom Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmiah Society, 2(1), 1-13.

Peranan Media Sosial Instagram Dalam Interaksi Sosial. Dalam artikel website https://ejournal.unsrat.ac.id (Diakses pada tanggal 28 November 2022)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun