Sebagai ikon kota Hangzhou, Danau Barat memang sangat memesona. Banyak taman indah, pulau-pulau serta kuil dan pagoda bersejarah menghiasi area di sekeliling danau permai ini. Dan keindahan ini pula yang kemudian meyakinkan UNESCO untuk menganugerahi status "UNESCO World Heritage Site" pada tahun 2011.
Mungkin itu juga sebabnya, Danau Barat pun menjadi salah satu danau yang paling sering disebut penyair-penyair ternama dari berbagai dinasti. Di antaranya, penyair Lin Bu (967-1028) yang hidup di masa Dinasti Song Utara akhirnya memilih tinggal di tepi Danau Barat selama 20 tahun.
Sementara itu, salah seorang pengarang ternama lain dari era Dinasti Ming, yakni Zhang Dai (1597-1684) ikut pula menulis banyak esai tentang Danau Barat. Dan tidak terbilang lagi, begitu banyak pelukis Tiongkok yang telah menggores pesona danau ini di atas kanvas lukisan mereka.
Kota Hangzhou tidak melupakan jasa Marco Polo, orang barat pertama yang mengunjungi Hangzhou dan memperkenalkan kota ini ke dunia barat. Sebagai penghargaan ke sang penjelajah, sebuah patung Marco Polo pun didirikan di tepi Danau Barat. Persisnya di Liu Park, salah satu taman di sisi utara danau.
Pelancong yang mengunjungi Danau Barat memang selalu terpukau. Taman-taman yang dirancang di sekitar danau membuatnya tampil demikian menawan. Pun atmosfer yang tercipta di sekitar danau. Begitu meneduhkan dan romantis. Hm, tidak mengherankan, banyak pasangan terlihat memadu cinta di sekitar danau ini.
Aktivitas di atas danau tidak kalah meriah. Perahu-perahu dalam berbagai ukuran hilir mudik mengantar wisatawan yang berpesiar di danau. Ada perahu berukuran besar nan mewah.Â
Ada pula perahu kayu berukuran sedang dengan seorang pendayung. Dan bagi pasangan yang sedang kasmaran biasanya memilih perahu kecil untuk dikayuh sendiri.Â
Pagoda yang dibangun di sini pun tidak kalah atraktif. Lihatlah betapa menawannya Pagoda Leifeng yang dibangun di atas Sunset Hill yang berada di sisi selatan danau.Â