Mohon tunggu...
Tonny Syiariel
Tonny Syiariel Mohon Tunggu... Lainnya - Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Travel Management Consultant, Professional Tour Leader, Founder of ITLA

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

"Red Square", Lapangan Merah yang Memesona di Moskwa

20 Maret 2021   09:32 Diperbarui: 21 Maret 2021   15:06 1884
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Museum Sejarah Negara- Lapangan Merah. Sumber: koleksi pribadi

Tukang foto di Lapangan Merah. Sumber: koleksi pribadi
Tukang foto di Lapangan Merah. Sumber: koleksi pribadi
Cerita sejarah yang meluncur dari bibir Svetlana rupanya tidak mampu menahan peserta tour-nya yang lebih sibuk memotret terus menerus. Dan ketika berada di dekatnya, mereka lebih antusias mengajaknya berfoto bareng. Ah, Svetlana mungkin lebih menarik dibandingkan sejarah Lapangan Merah. :)

Sekilas lapangan ini mengingatkan kita pada Lapangan Tian An Men di kota Beijing, China. Meskipun ukurannya lebih kecil dari Tian An Men, tetapi Lapangan Merah jelas lebih cantik dengan parade arsitektur khas Rusia. Mulai dari Katedral St. Basil hingga Museum Sejarah Negara.

Di era Tsar Ivan III (abad 15), lapangan ini pernah menjadi semacam pasar malam, tempat berkumpul para pedagang dari berbagai belahan dunia. Maklum saja, lapangan ini terletak sangat strategis antara Tembok Kremlin (pusat kekuasaan Rusia) dan Kitay-gorod, suatu kawasan perdagangan bersejarah.

Katedral Kazan - Lapangan Merah. Sumber: koleksi pribadi
Katedral Kazan - Lapangan Merah. Sumber: koleksi pribadi
Pada tahun 1737, kebakaran besar yang dikenal sebagai "the Great Fire of Moscow" yang menghanguskan seluruh kota tua Moskwa konon berawal dari sini. Dan sejak Revolusi Oktober pada tahun 1917, semua parade militer dan berbagai kegiatan seremonial pemerintah dirayakan di Lapangan Merah.

Tidak itu saja. Para Kosmonot Rusia juga disambut rakyat di sini. Begitu pula pesta tutup tahun yang biasanya diselimuti udara sangat dingin minus belasan derajat celcius pun dipusatkan di Lapangan Merah. Pendeknya, di sinilah hampir semua aktivitas penting di kota Moskwa dilaksanakan!

Lapangan Merah terletak memanjang di sisi timur Tembok Kremlin, di sebelah utara Sungai Moskwa. Berbentuk persegi panjang, lapangan ini menyajikan begitu banyak spot instagrammable bagi pecinta fotografi. Dari sudut manapun Anda berdiri, selalu ada pemandangan menarik yang menakjubkan.

Menara Spasskaya- Kremlin. Sumber: koleksi pribadi
Menara Spasskaya- Kremlin. Sumber: koleksi pribadi
Di bagian barat lapangan berdiri menara-menara dan tembok tinggi Kremlin yang sangat indah. Tembok-tembok Kremlin ini dihiasi sekitar 20 menara cantik di sekelilingnya. Dan salah satu dari menara itu berdiri di sisi Lapangan Merah. Inilah Menara Spasskaya yang dirancang oleh Pietro Antonio Solari, seorang arsitek asal Swiss.

Di sisi yang sama juga, terdapat Mausoleum Lenin, yakni makam salah satu tokoh pendiri paham komunisme dan pemimpin Uni Soviet yang paling berpengaruh. 

Mungkin saja keindahan Lapangan Merah yang membuat Vladimir Lenin, sekalipun sudah wafat, tetap enggan menjauh dari lapangan kebanggaannya ini. Mausoleum yang pintu masuknya selalu dipenuhi antrean panjang itu dibangun tahun 1924 oleh arsitek Alexey Shchusev.

Mausoleum Lenin. Sumber: longmandancer@btopenworld.com/ wikimedia
Mausoleum Lenin. Sumber: longmandancer@btopenworld.com/ wikimedia
Di seberang Mausoleum Lenin atau di sisi lain lapangan, sebuah bangunan dengan arsitektur menawan tidak kalah menarik perhatian. Itulah toserba GUM (Gosudartsvenny Universalny Magazin) yang dibangun tahun 1893. Konon, GUM adalah toserba terbesar di Rusia dan bahkan di dunia pada masanya.

Fasade GUM yang didesain arsitek Alexander Pomerantsev sungguh indah, bak sebuah istana saja. Selain itu, interior-nya pun tidak kalah menarik dengan sentuhan warna pastel dan dihiasi berbagai ornamen menawan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun