Mereka disana makan-makan dengan nikmatnya, sampe lupa kalau misal sudah hampir lewat tengah malam. Mungkin karena saking enaknya makananya.
Setelah acara makan selesai, mereka akhirnya memutuskan untuk tidur.
Ternyata waktu berlalu begitu cepat, adzan subuh sudah berkumandang. Nata, Akbar, Dava, Fauzan, Subhi, Sholehuddin, Rahman, Fadhlan, Yusuf, Rezi, Ramadhan, Ramdani, Sagara bangun, kecuali Najmudin. Mungkin dia kecapean, atau mungkin dia makan terlalu banyak.
"Nat, bangunin Najmudin jangan?" tanya Sagara
"Nanti deh, kayanya dia cape banget" jawab Nata
"Iya, nanti aja. Takutnya dia jadi pusing, kan kita pagi mau berangkat lagi" lanjut Akbar
"Yauda kalau gitu, yuk subuhan" kata Sagara
Mereka akhirnya sholat subuh di masjid yang gak terlalu jauh dari rumahnya keluarga Akbar itu, masjidnya cukup modern untuk yang ada di pedesaan. Masjid itu punya halaman luas, katanya buat anak-anak bisa belajar sambil bermain di masjid.
Setelah subuhan, mereka liat Najmudin lagi duduk di kursi. Dia kelihatan baru bangun, buktinya dia masih gucek-gucek mata. Terus dia protes ke temen-temennya.
"Kenapa sih kalian gak bangunin aku tadi?" tanya Najmudin
"Lah, tadi kamu tidur kek pules banget. Aku takut ganggu" jawab Nata