Fadly sama Nata kalau mau belanja selalu ke warung Pak Kusdi, mungkin karena warung terdekat juga. Warung Pak Kusdi bentuknya seperti toko kelontong pada umumnya, tapi ada yang berbeda. Disana tersedia banyak buku-buku, dimulai dari buku tulis sampai buku bacaan. Kata Pak Kusdi sih itu niatnya supaya yang beli bisa sekalian baca juga, kalau mau beli bukunya buga boleh. Pak Kusdi punya niat untuk membuat orang gemar membaca.
Di hari ini, ada suasana yang gak biasa di warung Pak Kusdi. Disana ada banyak orang yang brekerumun, ada beberapa polisi juga. Faldy yang lagi mau belanja jadi kaget, warung Pak Kusdi jadi berantakan gak karuan. Dia akhirnya mendekati kerumunan warung Pak Kusdi itu dengan rasa penasaran.
Disana Fadly lihat ada Pak Kusdi yang lagi ditanya-tanya sama polisi. Semua orang disana pasang muka khawatir, kecuali Pak Kusdi. Setelah polisi itu beres bertanya ke Pak Kusdi, polisi itu menyuruh kerumunan itu buat bubar. Cuman tersisa Fadly dan Pak Kusdi di warung itu sekarang.
Fadly akhirnya mendekat ke Pak Kusdi, dan bertanya.
"Assalamu'alaikum, Pak" salam Fadly
"Wa'alaikumsalam. Eh, Fad. Mau belanja?" jawab Pak Kusdi
"Iya, Pak. Ada mie instan goreng sama telor?" kata Fadly
"Ouh, ada. Tunggu sebentar" jawab Pak Kusdi
Sambil nunggu Pak Kusdi ambil mie instan goreng dan telur pesanannya, Fadly duduk di kursi teras warung.
"Ini, Fad" kata Pak Kusdi sambil ngasih mie goreng instan ke Fadly
"Makasi, Pak. Ouh, iya. Maaf nih, aku mau nanya. Tadi ada apa ya, Pak?" kata Fadly